> >

Tersangkut Saat Memanah Ikan, Wawan Ditemukan Meninggal Dunia di Kedalaman Laut Gili Trawangan

Peristiwa | 13 Juli 2021, 13:52 WIB
Sejumlah penyelam, baik asing maupun lokal, turut bergabung dalam operasi pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang usai pergi memanah ikan sejak Senin sore (12/7/2021) di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. (Sumber: Tim SAR Gabungan)

GILI TRAWANGAN, KOMPAS.TV – Wawan (20), pemuda yang dilaporkan hilang saat pergi memanah ikan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (12/7/2021) sore, ditemukan pada Selasa (13/7/2021) siang. Wawan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan barat Gili Trawangan di kedalaman sekitar 25 – 30 meter.

“Jadi, sekitar pukul 10.15 WITA tadi, korban ditemukan di perairan barat Gili Trawangan. Korban ditemukan di kedalaman sekitar 25 – 30 meter,” tutur I Gusti Komang Arya Dana, koordinator kru lapangan tim gabungan SAR (Search and Rescue) saat ditemui Kompas.TV di Gili Trawangan usai melakukan pencarian.

Korban yang akrab dikenal dengan sebutan Wawan Bongkas, menurut I Gusti Komang, ditemukan oleh tim penyelam dari Manta Dive.

“Korban diduga tersangkut di dalam laut saat memanah ikan,” tutur I Gusti Komang.

Baca Juga: Pergi Memanah Ikan, Seorang Pemuda di Gili Trawangan Dilaporkan Hilang

Korban ditemukan dalam keadaan masih mengenakan weight belt atau sabuk pemberat yang tersusun dari timah berbobot 2 kilogram. Para penyelam, juga pemanah ikan, biasa menggunakan sabuk pemberat untuk memudahkan menyelam di kedalaman lautan. Selain weight belt, speargun atau senapan ikan dan fin atau kaki katak untuk menyelam milik korban, juga ditemukan.

Wawan (20) dilaporkan hilang saat memanah ikan di perairan barat Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/7/2021). (Sumber: Facebook )

Korban yang juga dikenal dengan nama Wawan Bongkas, terbilang akrab dengan laut. Ia diketahui kerap pergi memanah ikan. Selain memanah ikan, korban kerap berselancar.

Operasi pencarian yang dilakukan sejak Selasa pagi itu melibatkan berbagai unsur, yakni 4 orang dari Pos Unit Siaga Bangsal, 1 orang dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram, 9 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara, 6 personel kepolisian Polda NTB, Polres KLU dan Polsek Pemenang, 6 orang tim Basarnas dan 5 relawan Bara Siaga.

Baca Juga: KRI Nanggala-402 Ternyata Pernah Berlabuh di Gili Trawangan, Lombok dan Jadi Tontonan Warga

Selain tim pencari gabungan, sejumlah penyelam asing dari Manta Dive dan Trawangan Dive juga bergabung dalam operasi pencarian. Rekan-rekan dan keluarga korban, juga warga Gili Trawangan, ikut membantu melakukan penyisiran di perairan Gili Trawangan.

Penulis : Vyara Lestari Editor : Purwanto

Sumber : KOMPASTV


TERBARU