> >

Kapolda Papua Perintahkan TNI-Polri Tutup Jalur Pelarian di Beoga Usai KKB Tembak Mati Siswa SMA

Peristiwa | 16 April 2021, 18:32 WIB
Polri memastikan saat ini kondisi di Papua khususnya di Beoga sudah kembali kondusif setelah aksi penembakan dan pembakaran oleh KKB. (Sumber: Istimewa via Tribunnews.com)

KABUPATEN PUNCAK, KOMPAS.TV - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Mereka menembak mati seorang warga pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 07.00 WIT.

Baca Juga: Lagi, 2 Anggota KKB Papua Kembali ke Pangkuan NKRI, Syaratnya Berikan Senjata Api ke Polisi

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Irjen) Mathius D Fakhiri mengatakan, warga yang menjadi korban penembakan KKB adalah siswa kelas III SMA Negeri 1 Ilaga berinisial AM.

Oleh KKB, kata Fakhiri, korban ditembak di bagian kepala.

Insiden tersebut terjadi di Kampung Tagalauw, Kabupaten Puncak.

Menanggapi insiden ini, Fakhiri meminta kepada aparat gabungan TNI-Polri yang ada di Beoga agar segera menutup jalur pelarian KKB.

Selain itu, Fakhiri juga mengimbau kepada aparat agar mewaspadai KKB pimpinan Lekagak Telenggen yang masih berada di Ilaga.

"Saya minta agar aparat TNI-Polri waspada dan jangan mudah terpancing dengan penembakan yang dilakukan," kata Fakhiri di Mapolda Papua di Jayapura, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: Sebelum Tewas Ditembak KKB, Guru Yonathan Renden Sempat Berjanji akan Pulang Antar Istri Wisuda

Bukan tanpa alasan Fakhiri menyampaikan imbauan tersebut.

Sebab, ia khawatir KKB merampas senjata aparat TNI-Polri.

"Kita bisa memutus mata rantai ini dengan lebih tenang, saya berharap kita juga bisa memutus logistiknya," ucap Fakhiri.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU