Kompas TV info publik info publik

Mengenal Grok AI, Chatbot Kecerdasan Buatan yang Diblokir Komdigi

Kompas.tv - 12 Januari 2026, 11:00 WIB
mengenal-grok-ai-chatbot-kecerdasan-buatan-yang-diblokir-komdigi
Ilustrasi internet. (Sumber: Envanto/chromail)
Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Tito Dirhantoro

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir sementara akses ke aplikasi kecerdasan buatan Grok AI. Keputusan ini diambil setelah maraknya penggunaan Grok untuk membuat konten asusila. 

AI Grok di X Twitter digunakan untuk merekayasa foto orang lain tanpa izin menjadi konten tak senonoh. Saat ini, halaman resmi Grok, X Ai dan aplikasi mandiri Grok AI tidak bisa diakses.  

Pemutusan akses Grok didasarakan pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat, khususnya Pasal 9.

Pasal ini mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang.

Baca Juga: Chatbot Asal China, DeepSeek Teratas di Play Store dan App Store Kalahkan ChatGPT

Pengguna akan dialihkan ke halaman Trustpositif atau muncul pemberitahuan error saat diakses. Namun, akses Grok di X Twitter masih bisa dilakukan melalui tab Grok. 

Sementara lewat mention atau dengan menandai @Grok untuk pembuatan gambar, hanya bisa untuk pelanggan X Premium. Lantas, apa itu Grok AI?

Apa Itu Grok AI?

Melansir akun resminya di X, Grok AI adalah chatbot berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, startup milik Elon Musk. Berbeda dari chatbot AI lainnya, Grok dirancang untuk bisa terlibat dalam diskusi serius maupun santai, dengan gaya bicara yang lebih santai, jenaka, bahkan kasar.

Tujuannya agar interaksi dengan pengguna terasa lebih natural, menghibur, dan tidak terlalu kaku seperti asisten virtual pada umumnya.

Grok AI juga terintegrasi langsung dengan platform media sosial X, sehingga dapat menarik data real-time dari platform tersebut. 

Artinya, Grok mampu memberikan jawaban yang selalu terkini dan relevan, terutama ketika membahas tren, berita, atau topik viral yang sedang ramai dibicarakan. Melansir laman Play Store Google, xAI telah merilis tiga versi Grok hingga 2024 lalu.

Versi pertamanya, Grok-1, resmi dirilis pada 17 Maret 2024 sebagai fondasi awal model bahasa besar yang dirancang untuk memahami dan merespons percakapan berbasis teks. Tidak berselang lama, xAI kembali menghadirkan pembaruan melalui Grok-1.5 yang dirilis pada 28 Maret 2024. 

Versi ini membawa peningkatan signifikan dalam hal kemampuan penalaran dan pemrosesan informasi, sehingga respons yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan kontekstual. Puncak perkembangan tersebut ditandai dengan peluncuran Grok-1.5 Vision pada 12 April 2024. 

Versi terbaru ini menjadi model multimodal pertama dari xAI. Artinya, Grok tidak hanya mampu memahami teks, tetapi juga dapat memproses informasi visual, seperti dokumen, diagram, hingga foto. 

Baca Juga: Apa Itu Character AI? Bisa Pacaran dengan Kecerdasan Buatan Pakai Chatbot Ini

Bahkan, Grok mampu mengubah gambar atau skema visual menjadi kode pemrograman yang fungsional. Fitur ini membuatnya berguna bagi developer, desainer, atau siapa pun yang bekerja dengan visual teknis.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.




Sumber : Kompas TV




KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA




FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x