KOMPAS.TV — SPEKIX (Neurodiversity Expo) 2026 resmi dibuka hari ini di JCC Senayan. Sejak pertama kali hadir sebagai Special Kids Expo pada 2019, SPEKIX bertumbuh dari inisiatif komunitas yang membangun kesadaran, menjadi platform inklusif nasional pada 2024, hingga menjadi ekosistem kolaboratif "One Community in Harmony" pada 2025 dengan jumlah pengunjung mencapai 5.585 orang—jauh melampaui target awal 3.500 pengunjung. Tahun ini, SPEKIX melangkah ke fase baru yaitu menjadi wadah penggerak yang aktif mendorong perubahan kebijakan bagi individu berkebutuhan khusus (IBK) di Indonesia.
Zarrabida Ibnusirad, Ketua Yayasan SPEKIX Asa Indonesia, mengatakan, “Sejak 2019, SPEKIX mulai dari pameran kecil yang bertujuan membuat keluarga merasa tidak sendirian. Hari ini, kami berdiri di sini bukan hanya untuk merayakan perjalanan itu, tapi menegaskan bahwa perjalanan ini belum selesai. SPEKIX bukan sekadar acara dua hari — ini gerakan yang terus mendorong, sampai kebijakan yang berpihak pada individu berkebutuhan khusus benar-benar terwujud: bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia.”
Menuju Kebijakan Layanan Disabilitas yang Integratif
Sejalan dengan perjalanan itu, SPEKIX secara rutin terlibat dalam diskusi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta serta audiensi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) — momentum yang turut tercermin dari sejumlah kanal resmi pemerintah yang telah mendokumentasikan rangkaian diskusi ini. Dengan 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia yang dilindungi UU No. 8/2016, SPEKIX memposisikan diri bukan sekadar peserta diskusi, tapi pendorong agar wacana kebijakan layanan disabilitas yang integratif — mencakup setiap tahapan kehidupan, dari masa hamil hingga dunia kerja — terus berjalan sampai benar-benar terwujud sebagai regulasi yang dijalankan, bukan berhenti di tahap rencana.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengatakan, “Inklusi tidak boleh berhenti sebagai sebuah program, kegiatan, atau momentum. Membangun ekosistem inklusi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. Saya berharap SPEKIX 2026 tidak hanya menjadi sebuah kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi kita dalam membangun ekosistem inklusi yang berkelanjutan.”
DKI Jakarta sebagai Kota Percontohan Inklusi
Kolaborasi ini membuka wacana yang lebih besar: menjadikan DKI Jakarta kota percontohan yang model kebijakannya dapat direplikasi ke kota-kota lain di Indonesia, sejalan dengan harapan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi agar pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang terbangun melalui SPEKIX terus dibawa ke rumah, sekolah, komunitas, tempat kerja, dan ruang publik di berbagai lingkungan.
Sebagai wujud dukungan konkret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka booth resmi di lokasi acara, turut mengundang guru PAUD dan SD se-DKI Jakarta untuk mengikuti lokakarya tenaga pendidik dalam rangkaian SPEKIX 2026, serta menjangkau komunitas binaan Pemprov untuk turut berpartisipasi.
“Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan SPEKIX 2026 sebagai bagian dari komitmen kami mewujudkan Jakarta yang ramah dan inklusif bagi seluruh warganya, termasuk individu berkebutuhan khusus. Kami berharap kolaborasi bersama SPEKIX ini terus berlanjut demi Jakarta yang lebih baik untuk semua,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Rangkaian Acara dan Ragam Kegiatan SPEKIX 2026
Sepanjang dua hari ini, SPEKIX 2026 menghadirkan 35 seminar dan lokakarya—termasuk sesi khusus bagi tenaga pendidik untuk mengenali dan mendampingi IBK di kelas—lebih dari 129 tenant pameran dan bazar, panggung pertunjukan, ruang konsultasi gratis bersama psikolog dan terapis, serta Program Karier Inklusi yang mempertemukan IBK dewasa dengan perusahaan yang membuka akses kerja bagi mereka. Seluruh rangkaian acara dapat dikunjungi tanpa biaya. #YouAreNotAlone
Hari ini, pengunjung dapat mengikuti sesi pembukaan lokakarya tenaga pendidik, mengunjungi booth Karier Inklusi, serta memanfaatkan layanan konsultasi gratis bersama psikolog dan terapis. Jadwal lengkap sesi hari ini tersedia di titik informasi dan Media Center.
SPEKIX 2026 berlanjut esok hari, Minggu, 11 Oktober, dengan rangkaian sesi dan penampilan panggung tambahan hingga pukul 18.00 WIB. Lebih dari sekadar ruang pameran dua hari, SPEKIX adalah gerakan yang terus berjalan bersama IBK dan keluarganya sampai Indonesia yang ramah neurodiversitas benar-benar terwujud, bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh negeri.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.