Sepupu Korban, Monica mengungkapkan keluarga berharap agar kasus tersebut diusut tuntas tanpa rekayasa.
Hal tersebut agar keluarga mendapat kepastian hukum atas penyebab tewasnya korban di area kampus pada Selasa (4/3) lalu.
"Pokoknya berharap itu tuntas, diusut tuntas. Jadi ya berharap hasilnya enggak direkayasa, karena ini nyawa orang ya," kata Monica, Minggu (23/3), dikutip dari Tribunnews.
Ia menyebut, hingga saat ini keluarga korban masih menunggu hasil pengusutan polisi, termasuk terkait penyebab kematian, serta kepastian ada atau tidaknya unsur pidana.
"Hasilnya (penyelidikan) ini memang masih menunggu. Keluarga sudah sedih, meninggalnya sia-sia," jelasnya.
Baca Juga: Olah TKP Kasus Tewasnya Mahasiswa UKI, Polisi Temukan Batu Hingga Patahan Pagar
Diberitakan sebelumnya, KW (22) ditemukan meninggal dunia di area kampusnya di Cawang, Jakarta Timur pada Selasa (4/3/2025). Mahasiswa UKI tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Ade Ary Syam Indardi menyebut berdasarkan informasi yang didapat, sempat terjadi cekcok sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Menurut penjelasannya, peristiwa tersebut berawal saat korban tengah berkumpul bersama teman-temannya di taman Perpustakaan UKI.
Di sana, korban dan sejumlah temannya tengah menenggak minuman keras berupa arak Bali, dan terjadilah cekcok mulut.
Meski demikian, Ade Ary tak menjelaskan penyebab dan dengan siapa korban cekcok saat itu. Dia hanya menuturkan, hal itu masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Sumber : Kompas TV/Antara/Tribunnews
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.