> >

Hubungan Hancur, Kylian Mbappe Ingin Tinggalkan PSG di Januari!

Sepak bola | 11 Oktober 2022, 20:46 WIB
Pesepak bola PSG, Kylian Mbappe, merayakan kegembiraannya setelah mencetak gol keduanya dalam laga Liga Champions grup H melawan Juventus di stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, Selasa, 6 September 2022. (Sumber: AP Photo/Thibault Camus)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bintang Timnas Prancis Kylian Mbappe dilaporkan ingin meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) pada Januari 2023 mendatang. 

Dilansir dari Marca, Selasa (11/10/2022), salah seorang sumber mengatakan bahwa hubungan Mbappe dengan PSG saat ini sudah benar-benar hancur. 

Saking buruknya hubungan kedua pihak, Mbappe dan PSG bahkan disebut tidak akan bisa berbaikkan lagi. 

Laporan dari Marca ini kembali memperkuat kabar yang sebelumnya dimuat oleh RMC Sport tentang hubungan PSG dan Mbappe. 

Sebelumnya, diketahui pula bahwa sebenarnya Mbappe berniat meninggalkan PSG di bulan Juli meski sempat memperpanjang kontraknya. 

Namun dengan hubungan yang memburuk, Mbappe sekarang telah bersiap angkat koper dari Parc des Princes pada jendela transfer Januari. 

PSG juga diketahui telah tahu tentang kabar ini dan tampaknya bersedia melepas Mbappe tapi dengan syarat tidak untuk pergi ke Real Madrid. 

Baca Juga: Gara-Gara Mbappe, KFC akan Tuntut Federasi Sepak Bola Prancis

"Yang utama, yang akan mengejutkan beberapa orang, adalah bahwa tujuannya bukanlah Real Madrid. Batasan itu telah dibuat dengan sangat jelas dalam percakapan: di mana saja kecuali di Santiago Bernabéu," tulis Marca. 

Liverpool, yang sempat mendekati Mbappe, disebut menjadi pilihan paling realistis untuk mantan pemain AS Monaco itu. 

Seperti yang diketahui, hubungan PSG dengan Madrid memang buruk sejak upaya klub asal Spanyol untuk membajak Mbappe. 

Selain itu, ketidaksepahaman pemimpin kedua klub tentang proyek Liga Super Eropa semakin membuat panas hubungan antar kedua tim raksasa Eropa. 

Kembali ke permasalahan Mbappe dan PSG, sang pemain menganggap PSG telah mengkhianatinya.

Saat perpanjangan kontrak bulan Mei lalu, manajemen PSG membuat serangkaian janji, yang sebagian besar tidak mungkin, agar dia bisa membubuhkan tanda tangannya dan memperpanjang kontraknya hingga 2024.

Tapi pada akhirnya, Mbappe harus menandatangani kontrak hingga 2025 sebagai tanda disposisi yang baik dan rasa terima kasih kepada tim dari kotanya.

Baca Juga: Messi, Neymar, dan Mbappe Bikin Gol Lawan Maccabi Haifa, Manajer PSG: Pertahanan Kami Kesulitan

Meski PSG enggan menjual Mbappe ke Madrid, masih ada kemungkinan pemain berusia 23 tahun merumput di Spanyol. 

Apalagi diketahui Mbappe masih punya keinginan untuk memakai jersey putih milik Real Madrid. 

Mbappe sendiri baru-baru ini membuat kontroversi di PSG. Hal itu bermula saat dia mengunggah postingan di media sosial, yang kemudian segera dihapusnya, tepat setelah laga Reims vs PSG.

Mbappe menuliskan tagar #pivotgang dalam sebuah unggahannya di Instagram Story, yang menurut RMC Sport, tagar tersebut besar kemungkinan merupakan sindiran Mbappe untuk taktik pelatih PSG, Christophe Galtier.

Mbappe beberapa waktu lalu pernah mengaku lebih punya kebebasan ketika mentas di timnas Perancis. Sebab, ia bisa bermain melebar dan berkolaborasi dengan seorang pemain nomor 9 tulen semodel Olivier Giroud atau Karim Benzema.

Berbeda halnya ketika Mbappe membela PSG besutan Christophe Galtier. Dalam skema Galtier, Mbappe mesti menjalankan peran berbeda, yakni sebagai penyerang pivot alias tumpuan utama di lini depan.

Taktik itulah yang membuat Mbappe merasa tidak nyaman meski tetap bisa tampil apik dalam urusan mencetak gol.  

Baca Juga: Kontrak Lionel Messi dengan PSG Habis Juni 2023, Barcelona Memantau

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Marca


TERBARU