> >

Mata-Mata Rusia Tersebar hingga Kantor Perdana Menteri, Warga Ukraina Resah

Krisis rusia ukraina | 6 Juli 2022, 07:11 WIB
Anggota militer Ukraina memeriksa tank milik Rusia yang hancur di sebuah ladang gandum di desa Mala Rohan, Provinsi Kharkiv, Ukraina, Selasa (5/7/2022). Mata-mata Rusia diduga telah menyebar di berbagai lokasi di Ukraina, termasuk di instansi pemerintah. (Sumber: Kompas/ Harry Susilo)

KHARKIV, KOMPAS.TV — Menyebarnya mata-mata Rusia di Ukraina meresakkan warga. Bahkan aparat Ukraina kini telah menangkap beberapa warga dan pejabat karena diduga menjadi mata-mata Rusia.

Wartawan KOMPAS Kris Mada dan Harry Susilo melaporkan dari Kharkiv, pada Selasa (5/7/2022), Badan Keamanan Negara (SBU) Ukraina menangkap seorang pria berusia 41 tahun karena diduga merupakan mata-mata Rusia.

Pria tersebut diduga memberikan koordinat kendaraan tempur dan bangunan-bangunan yang diberi penguatan tambahan di Kharkiv.

Dalam komputer pria tersebut, SBU menemukan informasi yang diduga telah dikirimkan selama berbulan-bulan kepada tentara Rusia.

Sebelumnya, pada Senin (4/7/2022), SBU juga menangkap seorang warga Odesa karena diduga mengirimkan foto dan koordinat lokasi tertentu. Sejumlah koordinat dalam percakapan itu berdekatan dengan lokasi serangan rudal dan roket Rusia di Odesa.

Selain itu, SBU juga pernah menangkap warga di Kherson dan Mykolaiv, dengan dugaan yang sama.
Bahkan jaringan mata-mata Rusia juga diduga telah menyusup ke dalam parlemen Ukraina, kantor Perdana Menteri Ukraina, serta Kantor Dagang dan Industri (KADIN) Ukraina. 

Baca Juga: Gubernur Ukraina Desak Evakuasi 350.000 Penduduk Donetsk

Karena mata-mata Rusia yang tersebar di berbagai tempat, Angkatan Bersenjata Ukraina mengumumkan larangan untuk memotret tempat pasukan dan peralatan perang. Bahkan di berbagai tempat, tidak diperbolehkan memotret anggota pasukan Ukraina.

”Foto dan video yang menginformasikan lokasi pasukan dan persenjataan bisa membahayakan pertahanan Ukraina. Nyawa pasukan jadi taruhan,” kata juru bicara Komando Operasi Selatan Ukraina, Nataliya Gumenyuk seperti dikutip dari Kompas.id. 

Menurut Dosen pada Sekolah Tinggi Hukum Kharkiv, Vasyl Bilous, keberadaan mata-mata Rusia membuat warga Ukraina resah. Namun mata-mata Rusia yang tersebar di berbagai wilayah Ukraina juga tidak bisa terlepas dari sejarah kedua bangsa.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas.id


TERBARU