Kompas TV info publik info publik

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 5,5 di Buol: Akibat Subduksi Lempeng, Tak Berpotensi Tsunami

Kompas.tv - 28 Oktober 2025, 14:18 WIB
bmkg-ungkap-penyebab-gempa-magnitudo-5-5-di-buol-akibat-subduksi-lempeng-tak-berpotensi-tsunami
Tangkapan layar gempa bumi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah dengan magnitudo 5,5, Selasa (28/11/2025). (Sumber: ANTARA/HO- BMKG)
Penulis : Rizky L Pratama

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Buol, Sulawesi Tengah, pada Selasa pagi (28/10/2025).

Gempa terjadi sekitar pukul 09.31 WITA dan dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah daerah, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Palu, Sujabar, mengatakan episenter gempa terletak di laut pada koordinat 1,43° Lintang Utara dan 121,77° Bujur Timur, atau sekitar 68 kilometer timur laut Kabupaten Buol.

Baca Juga: Gempa Bumi M 5,3 Guncang Banten Pidie Jaya Aceh Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa dengan kedalaman sekitar 10 kilometer itu, kata Sujabar, tidak berpotensi tsunami.

“Kami harap masyarakat tidak panik dan tetap tenang, serta selalu memperbaharui informasi resmi BMKG,” ujarnya di Palu.

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa di timur laut Buol tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di bawah laut. 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault), yang umum terjadi di wilayah rawan subduksi seperti Sulawesi bagian utara.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, getaran gempa dirasakan di Kabupaten Buol dengan skala intensitas III–IV MMI, atau terasa kuat di dalam rumah pada siang hari. 

Getaran juga dirasakan di Pohuwato, Gorontalo Utara, dan Tolitoli dengan intensitas II–III MMI, di mana masyarakat merasakan getaran seakan-akan ada truk besar yang lewat.

Baca Juga: Gempa M 5,3 Guncang Pidie Aceh, BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Hingga pukul 08.43 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

Namun, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak berada di dekat bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat getaran gempa.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol masih melakukan pendataan di lapangan untuk memeriksa kemungkinan adanya kerusakan akibat gempa.

“Tim sedang turun mendata kerusakan-kerusakan karena gempa ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Buol, Moh Kachfi.

Meski tidak menimbulkan ancaman tsunami, gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya merupakan kawasan yang berada di jalur aktif tektonik. 

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan dan memastikan rumah atau bangunan tempat tinggal memiliki struktur tahan gempa. 

Baca Juga: Update Gempa M 5,0 di Nagan Raya Aceh, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.




Sumber : Kompas TV/Antara




KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA




FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x