Kompas TV internasional kompas dunia

Tak Terima Hewan Ternaknya Dimangsa, Lima Warga Thailand Bunuh dan Panggang Daging Harimau

Sabtu, 15 Januari 2022 | 07:30 WIB
tak-terima-hewan-ternaknya-dimangsa-lima-warga-thailand-bunuh-dan-panggang-daging-harimau
Ilustrasi harimau benggala. Lima orang di Thailand ditangkap karena membunuh lalu memasak harimau. (Sumber: AP Photo)

BANGKOK, KOMPAS.TV - Lima orang di Thailand ditangkap polisi karena membunuh dan memakan dua ekor harimau benggala. Insiden ini terjadi di hutan di Provinsi Kanchanaburi, dekat perbatasan Myanmar.

Menurut laporan Bangkok Post, tersangka terakhir yang bernama Sho-ae (66) menyerahkan diri kepada polisi pada Kamis (11/1/2022) waktu setempat.

Sebelumnya, empat orang telah menyerahkan diri. Keempat tersangka yakni Kukue Yindee (37), Jorhaeng Phanarak (38), Supachai Charoensap (34), dan Ratchanon Charoensap (30).

Insiden ini mulanya dilaporkan oleh penjaga hutan Taman Nasional Thong Pha Phum. Para penjaga hutan menemukan kulit dua harimau benggala dan benda-benda lain di sebuah kamp.

Para pemburu telah meninggalkan kamp itu, meninggalkan sisa daging harimau di atas pemanggang.

Baca Juga: Terkam Warga Desa Hingga Tewas, Harimau Seberat 120kg Ditembak Mati

Para pelaku mengaku membunuh dua harimau tersebut dengan cara menembaknya. Mereka mengaku kesal karena harimau-harimau kerap memangsa hewan ternak.

Pelaku pun menjebak harimau dengan memasang umpan bangkai sapi. Mereka kemudian menembak kucing besar itu.

Kelima pelaku disebut bukanlah pemburu satwa liar. Menurut Prasart Daengthern, kepala desa setempat, para pelaku adalah warga lokal dan memang mencari uang dengan cara beternak.

Prasart yakin mereka murka karena hewan ternak kerap dimangsa. Ia menegaskan para pelaku tidak berniat menjual bangkai atau kulit harimau.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19