> >

Mengenang Kelamnya Aksi Rusuh Solo Mei 1998 saat Toko Dijarah dan Dibakar: Saya Merinding dan Takut

Peristiwa | 15 Mei 2021, 21:50 WIB
Warga sekitar sekaligus saksi mata kejadian kerusuhan 1998, Suhatmi (57) menunjukan lokasi aksi kericuhan saat ditemui TribunSolo.com (15/5/2021). (Sumber: Tribun Solo)

SOLO, KOMPAS.TV- Tepat hari ini 15 Mei pada tahun 1998 lalu, Kota Solo mencatatkan sejarah kelam dengan terjadinya kerusuhan massa.

Berlangsung sejak 14 Mei 1998, kerusuhan pecah kala itu bersamaan dengan reformasi yang digaungkan para mahasiswa dan lengsernya Presiden Soeharto.

Sejumlah pertokoan di Kota Solo menjadi sasaran amuk masa dan penjarahan. Misalnya, rumah-rumah dan pertokoan di timur Jalan Slamet Riyadi, khususnya di Jalan Dr Radjiman Solo. Tidak hanya harta, sejumlah nyawa pun melayang sebagai akibat peristiwa kelam tersebut.

Peristiwa tersebut hingga kini masih mengkristal dalam memori warga setempat, termasuk Suhatmi.

Seorang penjual angkringan yang kala itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri rentetan kejadiannya.

Baca Juga: Menolak Lupa, Daftar Catatan Kelam Tragedi Mei 1998

“Dulu saya masih jualan tengkleng kambing. Sekarang hanya wedangan dan persis di sini, di depan tempat kejadian kerusuhan,” kata Suhatmi sembari menunjuk lokasi toko dibakar dan dijarah tepat berada di seberang jalan dirinya berjualan, Sabtu (15/5/2021).

Kala itu, ungkap dia, massa melakukan penjarahan ke toko-toko di kawasan Jalan Dr Radjiman. Toko Milan dan Bata, tak luput dari sasaran amuk massa.

“Waktu itu saya tidak sedang jualan, sekitar pukul 10.00 WIB pagi saya mendengar ledakan kaget asap di mana - mana,” ujar dia.

“Saya takut tapi penasaran ingin lihat bersama tetangga dan warga sekitar,” tambahnya.

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU