> >

Mengenang Kelamnya Aksi Rusuh Solo Mei 1998 saat Toko Dijarah dan Dibakar: Saya Merinding dan Takut

Peristiwa | 15 Mei 2021, 21:50 WIB
Warga sekitar sekaligus saksi mata kejadian kerusuhan 1998, Suhatmi (57) menunjukan lokasi aksi kericuhan saat ditemui TribunSolo.com (15/5/2021). (Sumber: Tribun Solo)

Banyak pemilik dan karyawan toko di kawasan tersebut, yang mayoritas berasal dari etnis Tionghoa, meminta perlindungan ke warga sekitar. Mereka terpaksa menutup toko-toko lebih awal.

“Banyak yang diserang toko sejajaran ini (Famous, Milan dan Bata),” paparnya.

Baca Juga: Dr. Tirta Ungkap Alasan Kepengen Jadi Dokter, Berawal dari Tragedi Mei 1998

Toko-toko dijebol dan dihanguskan. Kericuhan tak terhindarkan terjadi di kawasa Jalan Radjiman. Suasana mencekam begitu terasa kala itu.

Saat kejadian, Suhatmi tengah berjalan dari arah Pasar Kembang menuju Jalan Dr Radjiman. Ketakutan begitu dirasakannya. Suara ledakan terdengar dimana-mana.

“Saya merinding ketakukan, dimana - mana ada suara ledakan, ada keributan ada yang anarkis bakar bakar bawa obor. Tong minyak di-jeblokan (diledakan) dan dibakar mereka seperti bawa bawa literan minyak tanah botolan dan dilempar ke gedung gedung atau toko di sekitaran sini,” ucap dia.

“Banyak yang ingin jarah pas toko itu di-obong (dibakar) dan malah kebakar. Saya melihatnya histeris lihat korban kaya pitik dibakar dikarungin, ngerti saya lihatnya,” tambahnya seperti dikutip dari TribunSolo, Sabtu (15/5/2021).

Suhatmi kemudian bergegas ke rumahnya untuk mengamankan anaknya. Anaknya kemudian dititipkan ke saudaranya yang ada di kawasan Cemani, Sukoharjo. Ia mengungkapkan pasca kejadian, banyak barang yang berceceran di sepanjang Jalan Dr Radjiman.

“Berserakan, berceceran barang barang, bekas senjata banyak. Pokoknya dari arah Pasar Klewer mau ke arah Pasar Kembang, itu semua bekas kerusuhan,” tutur dia.

Baca Juga: Doa dan Tabur Bunga Peringati Tragedi 12 Mei 1998

“Ember odol, ban ban bekas, botol dan baru setelah satu bulan sepertinya toko toko kembali berani membuka tokonya,” kenang Suhatmi.

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU