> >

Menteri-Menteri Jokowi yang Diprediksi Tak Kena Reshuffle, Prabowo hingga Basuki Aman

Politik | 5 Juli 2020, 16:28 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wapres Maruf Amin saat memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Sumber: Kompas.com/WAHYU PUTRO A)

KOMPAS.TV - Isu kocok ulang atau reshuffle kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin semakin santer belakangan ini.

Nama-nama menteri yang diprediksi akan di-reshuffle Jokowi bahkan beredar ke publik. Tidak hanya itu, ada pula sejumlah nama pembantu Presiden yang dinilai aman alias tidak terkena reshuffle.

Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi Hendri Satrio memprediksi, setidaknya ada beberapa menteri yang kemungkinan akan dipertahankan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Amien Rais Ingatkan Jokowi Usai Ancam Reshuffle: Ingatlah Nasib Pak Harto Ditinggalkan Menterinya

Mereka adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Kalau yang bertahan, paling Prabowo, Erick Thohir, Basuki, dan Retno," ujar Hendri sebagaimana dikutip dari kepada Kompas.com, Minggu (5/7/2020).

Mengapa menteri-menteri tersebut dipertahankan?

Hendri memaparkan bahwa Prabowo selama menjadi Menteri Pertahanan banyak melakukan terobosan dan perbaikan yang baik di kementerian itu. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Prabowo tidak akan diganti.

"Prabowo sebenarnya sahabat Jokowi. Selama jadi Menhan, beliau lakukan terobosan dan pembenahan yang bagus," kata dia.

Kemudian Basuki Hadimuljono. Menurut Hendri, Basuki merupakan menteri andalan Presiden Jokowi untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur di negeri ini. Hal tersebutlah yang menjadi alasan posisi Basuki tak akan diganti.

"Basuki memang andalan Jokowi untuk mewujudkan monumen-monumen infrastruktur Jokowi sehingga dia tidak mungkin diganggu," ungkap Hendri.

Sementara itu, Erick Thohir dinilai melakukan banyak hal baik dalam memperbaiki Kementerian BUMN, termasuk dalam penanganan Covid-19.

Termasuk Retno Marsudi yang dinilai telah melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai Menteri Luar Negeri.

Selain keempat menteri tersebut, Hendri juga memprediksi, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro masuk jajaran menteri yang tidak akan di-reshuffle.

"Bambang Brodjonegoro juga menteri andalan Jokowi yang termasuk ke jajaran menteri paling loyal," kata dia.

Baca Juga: IPO Rilis Nama-nama yang Berpeluang Kena Reshuffle, 3 Menteri Ini Teratas

Diketahui sebelumnya, isu reshuffle kabinet santer terdengar setelah Presiden Jokowi menegur para menteri dan jajarannya saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni 2020.

Kejengkelan Presiden Jokowi yang disampaikan dalam sidang kabinet tersebut terkait kinerja para menteri yang dinilai masih biasa selama masa krisis pandemi saat ini.

Padahal, ia meminta ada kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu pandemi Covid-19 maupun dampaknya terhadap perokonomian.

"Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan, dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan," kata Presiden Jokowi.

"Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," sambungnya.

Baca Juga: Survei: 72,9 Persen Publik Dukung Presiden Jokowi Reshuffle Menteri

Presiden Joko Widodo (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020). (Sumber: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/wsj)

Survei: Tiga Menteri Teratas Layak Reshuffle

Sementara itu, Direktur Lembaga Riset Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut bahwa Menkumham, Menkes, dan Menaker, merupakan tiga menteri teratas yang dipandang publik layak untuk diganti atau reshuffle.

Pendapat itu sesuai hasil survei kepada 1.350 responden dengan tajuk evaluasi publik atas penanganan pandemi Covid-19 dan implikasi sosiopolitik nasional.

“Paling muncul pertama ini bukan nama yang asing. Yasonna Laoly ada 61,4 persen paling layak dilakukan reshuffle,” ujar Dedi dalam diskusi online bertajuk 'Menanti Perombakan Kabinet', Sabtu (4/7/2020).

Dedi menambahkan orang nomor dua setelah Yasonna yakni Menkes Terawan dengan 52,4 persen responden menilai bekas Kepala RSPAD Gatot Subroto itu layak diganti.

Kemudian di posisi ketiga ada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dengan 47,5 persen.

Selain itu ada pula nama Menteri Agama, Menko Kemaritiman dan Investasi, serta Menteri Sosial yang dinilai berkinerja lemah sehingga layak untuk diganti dengan sosok lain.

Baca Juga: Muncul Isu Reshuffle, Wantimpres Agung Sebut Menteri Supaya Bekerja Lebih Keras

 

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU