Tim Misi Budaya SMA Al Bayan Wakili Indonesia Tampil di Spanyol, Raih Medali Emas
Humaniora | 28 Oktober 2025, 14:36 WIBKOMPAS.TV – Tim Misi Budaya Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Bayan yang mewakili Indonesia di Kontes Internasional Super Grand Prix 2026 Spanyol tampil sebagai juara umum dan meraih medali emas serta piala Super Grand Prix, di Lloret de Maret, Minggu (26/10/2025).
Super Grand Prix adalah sebuah ajang kompetisi budaya tingkat internasional yang secara tradisional diselenggarakan oleh Pemerintah Kerajaan Spanyol di kota Lloret De Maret. Tahun ini, Kontes diselenggarakan dari 22 – 27 Oktober 2025.
Mengutip keterangan tertulis Tim Misi Budaya SMA Al Bayan yang diterima redaksi Kompas.TV, Selasa (28/2025), sejumlah siswa berurai air mata karena bahagia, dan sebagian melakukan sujud syukur.
Baca Juga: Cara Cerahkan Ketiak Hitam dengan 4 Bahan Alami, Bisa Dilakukan di Rumah
Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMA Al Bayan membawakan Tari Saman Aceh dan musik Angklung. Kontes ini menitik beratkan pada pembelajaran dan pertukaran pengalaman.
Tahun ini Kontes Internasional Super Grand Prix diikuti oleh lebih dari 30 grup dari berbagai negara.
Mereka terdiri atas kategori partisipasi dalam kompetisi dan festival, serta kategori partisipasi dalam Festival tanpa bersaing dalam kompetisi, yakni bagi peserta yang tidak ingin berpartisipasi dalam program kompetisi tetapi ingin berpartisipasi dalam festival.
SMA Al Bayan sendiri masuk dalam kategori pertama, yakni berpartisipasi dalam kompetisi dengan menampilkan Tari Saman dari Aceh dan Ensamble Musik Angklung khas jawa Barat.
“Sebagai persiapan sebelum terbang ke Spanyol, Misi Budaya SMA Al Bayan merangkul Tim Kinanthi Budaya yang terdiri atas para dosen dan praktisi dari jurusan Seni Musik dan jurusan Seni Tari Universitas Negeri Jakarta,” kata keterangan tersebut.
Saat mengantar keberangkatan tim, Heriyanto selaku Direktur Pendidikan Yayasan SMA Al Bayan berpesan agar para peserta Misi Budaya senantiasa menjaga akhlak dan perilaku selama berada di luar negeri.
Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 5,5 di Buol: Akibat Subduksi Lempeng, Tak Berpotensi Tsunami
“Harus menampakkan wajah Indonesia yang ramah, dan wajah seorang Muslim yang sejuk dan bersahabat,” imbuh keterangan itu.
Sementara Deden Ramdani selaku Kepala Sekolah Al Bayan, menyampaikan pentingnya totalitas tekad memberikan yang terbaik, serta pentingnya kekuatan doa untuk setiap langkah yang dilakukan. Tidak pernah menyerah dan berhenti sebelum meraih kemenangan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan-Eka-Mulyana
Sumber : Kompas TV