> >

BMKG: Ada 248 Gempa Susulan yang Terjadi di Cianjur pada Senin hingga Jumat Pekan Ini

Peristiwa | 26 November 2022, 05:55 WIB
Ilustrasi bentangan Sesar Cimandiri yang diduga menjadi pemicu gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022). (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 248 gempa susulan terjadi di Cianjur, Jawa Barat sejak gempa bumi utama pada Senin (21/11/2022) hingga Jumat (25/11/2022).

Deputi Bidang Geofisika BMKG Suko Prayitno Adi menjelaskan data yang didapat hingga pukul 17.00 WIB, Jumat, terdapat 248 gempa susulan di Cianjur. 

Menurut Suko, gempa susulan terbesar dengan magnitudo 4,2 dan terkecil 1,2. Sedangkan gempa pertama pada Senin memiliki magnitudo 5,6.

Meski gempa susulan masih terjadi, Prayitno menyatakan kekuatannya terus menurun. Namun, ia mengimbau agar warga tetap waspada terhadap bangunan yang sudah tidak layak huni. 

Baca Juga: Kisah Pengungsi Gempa Berjuang Dapatkan Bantuan Hingga Bertahan di Cuaca Ekstrem

"Alhamdulillah (gempa susulan) terus menurun walaupun satu dua kali dirasakan gempa tapi tidak membahayakan. Kalau rumah-rumah sudah tidak layak huni sebaiknya juga harus keluar dari rumah," ujar Suko dalam konferensi pers secara daring, Jumat.

Lebih lanjut, Suko mengimbau masyarakat agar tetap tenang meski hujan di wilayah Cianjur dan sekitarnya terus mengguyur. 

BMKG memprediksi, hujan akan mengguyur Cianjur hingga Sabtu (26/11/2022).

"Kondisi cuaca kita sampai besok pun masih seperti ini mohon dapat perhatian kita," ujar Suko.

Baca Juga: Kisah Ayah Temukan Anaknya Selamat Setelah 3 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa

Adapun gempa bumi susulan yang tercatat pada Jumat ada dua yang berpusat di darat. Menurut catatan BMKG, gempa pertama terjadi pukul 01.44 WIB dengan magnitudo 4,1 dengan pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 km.

Pusat gempa ini berada 12 km barat daya Cianjur, 6.89 lintang selatan dan 107.05 bujur timur. Gempa dirasakan di Cianjur dalam skala IV MMI, Sukabumi III MMI, dan Bogor II MMI. 

Untuk guncangan IV MMI, terasa di dalam rumah seperti ada truk besar lewat atau seperti ada barang berat yang menabrak dinding rumah.

Pada skala III MMI, guncangan terasa di dalam rumah, tetapi banyak yang tidak menyangka kalau ada gempa bumi. Getaran terasa seperti ada truk kecil lewat.

Baca Juga: Evakuasi Korban Gempa Cianjur, Jenazah Ibu dan Anak Ditemukan Berpelukan Tertimbun Longsor

Sedangkan skala II MMI, terasa hanya oleh orang dalam keadaan istirahat, terutama di tingkat-tingkat atas bangunan atau tempat-tempat yang tinggi.

Tak berselang lama, pukul 03.51 WIB, gempa kedua kembali terjadi dengan magnitudo 3,1. Titik gempa bumi berada di darat dengan kedalaman 6 km, dan berada 7 km barat daya Kabupaten Cianjur tepatnya di 6.85 lintang selatan dan 107.08 bujur timur. 

"Gempa dirasakan di Cipanas II hingga III MMI dan Cibeber II hingga III MMI," bunyi laporan yang terdapat pada laman BMKG, Jumat. 

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan dan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, Jawa Barat mencapai 310 orang dan 24 orang belum ditemukan. 

 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU