> >

Andi Arief Sebut Hanya "Burung Hantu" yang Bisa Pisahkan Koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS

Rumah pemilu | 10 November 2022, 17:05 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief di Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019. (Sumber: ANTARA/Aprillio Akbar)

JAKARTA, KOMPAS TV - Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief menyebut, ada upaya sejumlah pihak yang ingin menggagalkan rencana koalisi NasDem, Demokrat dan PKS. 

Secara satir, ia mengatakan langkah tersebut dilakukan oleh "burung hantu" yang berusaha menggagalkan koalisi tiga partai politik (parpol) itu dalam menyongsong gelaran Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Andi Arief Sebut Gaya Berpolitik Hasto PDIP seperti Tokoh PKI DN Aidit, Main Adu Domba

"Hanya 'burung hantu' yang bisa memisahkan koalisi NasDem, Demokrat dan PKS," kata Andi Arief kepada wartawan, Kamis (10/11/2022).

Ia enggan menjelaskan lebih lanjut ihwal sosok burung hantu tersebut. 

"Burung hantu, burung yang bekerjanya malam dan buas. Hanya itu yang bisa memisahkan koalisi perubahan dan perbaikan," ujarnya.

Andi Arief hanya memberikan ciri-ciri dari burung hantu itu, yakni dia selalu bekerja dalam gelap dan bersifat buas.

"Biasanya yang mengerti spesial di hutan. Yang biasa bekerja dalam gelap," katanya.

Baca Juga: Anies: PKS dan Demokrat Siap Ikut Dukung Dirinya di Pilpres 2024

Sementara itu, rencana deklarasi Koalisi Perubahan yang terdiri dari NasDem, Demokrat, dan PKS yang diusulkan untuk digelar hari ini, Kamis (10/11/2022), batal.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengatakan, rencana untuk mendeklarasikan koalisi hari ini merupakan usul partainya. Namun, usulan tersebut belum disepakati oleh dua partai politik lainnya.

Ahmad tidak menjelaskan alasan Demokrat dan PKS belum menyepakati usulan untuk mendeklarasikan koalisi yang direncanakan bernama Koalisi Perubahan itu.

Padahal, komunikasi di antara ketiga partai diklaim intens, pembicaraan tentang platform koalisi pun telah dilakukan oleh perwakilan setiap parpol yang tergabung dalam tim kecil.

”Koalisi ini setara sehingga di antara partai yang berkoalisi harus memiliki kenyamanan yang sama, tidak boleh ada partai yang memaksakan kehendak, termasuk NasDem yang meminta deklarasi tanggal 10 November. Partai lain memiliki pertimbangan dan mekanisme sendiri, kami harus hargai itu,” kata Ahmad di Jakarta, Rabu (9/11/2022), seperti dikutip dari Kompas.id.

Batalnya rencana deklarasi bersama itu, kata dia, tidak berarti rencana ketiga parpol untuk berkoalisi ikut batal.

Namun, ia menekankan bahwa NasDem tetap terbuka untuk berkomunikasi dengan parpol lain untuk menjajaki kemungkinan koalisi.

”Kami, kan, juga bagian dari koalisi pemerintah, tidak ada yang bisa tahu apa yang terjadi pada Desember nanti, Januari nanti,” ujar Ahmad.

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Kompas.id


TERBARU