> >

Tinjau Progres Bus Listrik Merah Putih, Menhub Beri Kesempatan Perguruan Tinggi Kembangkan LRT

Sosial | 17 Juli 2022, 13:36 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, memberikan kesempatan kepada dunia perguruan tinggi untuk turut serta dalam pengembangan transportasi kereta ringan atau LRT. (Sumber: Kemenhub)

KOMPAS.TV - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, memberikan kesempatan kepada dunia perguruan tinggi untuk turut serta dalam pengembangan transportasi kereta ringan atau LRT.

Hal itu disampaikan Menhub di sela kunjungannya ke PT INKA di Madiun, Jawa Timur, untuk mengecek progres pembangunan Bus Listrik Merah Putih (BLMP), Minggu (17/7/2022).

Menhub meminta sejumlah operator BUMN seperti Damri, PT KAI, dan INKA untuk terus mendukung dan membuka kesempatan bagi dunia pendidikan untuk melakukan riset pengembangan teknologi transportasi secara lebih intensif.

“Tidak mungkin dunia industri berjalan sendiri, harus kerja sama dengan sektor pendidikan,” ucapnya seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenhub.

Baca Juga: Catat! Ini Rincian Aturan dan Syarat Bepergian Terbaru dari Kemenhub, Berlaku Mulai 17 Juli 2022

“Berikutnya kami memberikan kesempatan kepada dunia perguruan tinggi untuk turut serta dalam pengembangan transportasi kereta ringan atau LRT,” kata dia.

Kunjungan di PT INKA tersebut, selain mengecek progres pembangunan Bus Listrik Merah Putih (BLMP), juga memastikan pengerjaannya dapat selesai tepat waktu, dalam rangka mendukung penyelenggaraan event G20 pada November 2022 mendatang.

Menhub meminta PT INKA untuk mempercepat pembangunan, agar masih ada waktu untuk melakukan perbaikan-perbaikan sebelum dapat digunakan.

“Kita harus perhitungkan bus ini dengan suatu standar keselamatan yang baik,” ujar Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengapresiasi PT INKA yang bekerja sama dengan Kementerian Ristekdikti dan sejumlah perguruan tinggi, dalam penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih dari 50%.

“Ini akan membuka ruang kerja baru bagi produk dalam negeri dan juga kesempatan bagi para akademisi di perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi, yang selama ini hanya bisa dilakukan di luar negeri,” tutur Menhub.

Menhub juga mengapresiasi Kemenristekdikti yang telah mendukung pendanaan riset yang dituangkan dalam bentuk karya yang terhilirisasi, seperti halnya pembangunan bus listrik dalam negeri.

“Saat ini kita bangun 30 bus listrik dan ke depannya akan terus bertambah,” ucapnya.

Untik diketahui, produksi BLMP yang akan digunakan pertama kali untuk event G20 merupakan penugasan oleh Kemenristekdikti kepada konsorsium Perguruan Tinggi dan PT INKA (Persero).

PTN yang terlibat dalam pengerjaan bus G20 yakni dari ITS Surabaya, UGM Yogyakarta, UNAIR Surabaya, ISI Denpasar.

Baca Juga: Sandiaga: Penerbangan Moskow-Denpasar Segera Dibuka, Kemenhub Beri Lampu Hijau

Keunggulan dari BLMP diantaranya mulai dari noise, suspensi, serta optimasi pengurangan berat kendaraan menjadi lebih ringan, karena merupakan hasil pengembangan dari bus sebelumnya berdasarkan masukan dari berbagai pihak.

Adapun spesifikasi BLMP menggunakan komponen yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia, sehingga TKDN dapat meningkat menjadi lebih dari 70%. Daya tempuhnya mencapai 160 km dan hanya memerlukan waktu 2,5 jam untuk proses charging hingga kembali siap beroperasi.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU