> >

Pakar Duga Penembakan Ustaz di Tangerang Pembunuhan Berencana, Pelaku Berjaket Ojol hanya Eksekutor

Kriminal | 20 September 2021, 12:34 WIB
Ilustrasi penembakan anggota polisi. (Sumber: Kompas.com)

TANGERANG, KOMPAS.TV - Pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, menduga kuat kasus penembakan terhadap seorang ustaz di Kecamatan Pinang, Tangerang, Banten, adalah pembunuhan berencana.

Ia menyebut pelaku penembakan yang disebut mengenakan atribut ojek online atau ojol itu hanyalah sebatas eksekutor.

Baca Juga: Seorang Ustaz di Tangerang Tewas Ditembak Usai Salat Magrib, Pelaku Diduga Pakai Atribut Ojol

Reza meyakini bahwa dalam kasus penembakan tersebut, ada aktor intelektual di baliknya. Termasuk ada pihak yang berperan sebagai pemasok senjata kepada eksekutor.

"Dugaannya, penembak sebatas eksekutor. Kalau begitu berarti ada aktor intelektual atau pemesan dan pemasok senjata api," kata Reza dikutip dari Wartakotalive.com pada Senin (20/9/2021).

Reza menyatakan bahwa insiden yang menimpa Ustaz Arman atau biasa disapa Alex adalah pembunuhan berencana setelah melihat sejumlah fakta-fakta yang ada di lapangan.

Baca Juga: Terduga Pelaku Intai Ustaz Alex Sebelum Tembak Korban, Saksi: Kalau Ditanya Lagi Tunggu Teman

Reza menilai kalau pelaku pakai alat yang terkesan sekenanya saat melakukan pembunuhan, mungkin seketika terbangun spekulasi bahwa pelaku adalah orang tidak waras.

"Begitu pada kejadian-kejadian serupa sebelumnya," ucap dia.

Tapi karena pelaku pada peristiwa ini menggunakan senjata api, menurut Reza, maka publik boleh meyakini bahwa aksi tersebut merupakan pembunuhan yang dilakukan oleh orang waras.

"Apalagi pelaku dikabarkan mondar-mandir di lokasi selama berhari-hari sebelum mengeksekusi korban," ucap Reza.

Baca Juga: Jenazah Ustaz Korban Penembakan di Tangerang Dimakamkan

"Dan melihat posisi lubang pada tubuh korban, ada alasan untuk meninjau ini sebagai pembunuhan berencana."

Menurut Reza kasus pembunuhan yang tergolong dilakukan oleh orang waras ini sangatlah mengerikan.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Wartakotalive.com


TERBARU