> >

Kapolri Minta Jajarannya Perkuat Pengawasan Protokol Kesehatan, Terutama Dari Luar Negeri

Berita utama | 12 Mei 2021, 12:46 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4/2021)(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA (Sumber: -)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat pengawasan protokol kesehatan terhadap penumpang di Bandara, khususnya yang datang dari luar negeri.

“Pastikan bahwa mereka sudah vaksin atau belum, khususnya yang dari luar negeri. Kalau mereka belum vaksin artinya, ada kemungkinan mereka masih ada potensi untuk menjadi carier. Sehingga ini betul-betul harus dilaksanakan betul,” kata Kapolri di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (12/5/2021).

“Karantina tidak boleh ada yang lolos. Tolong ada petugasnya, jadi pada saat mereka start dari bandara hingga ke hotel,” tambahnya.

Baca Juga: Keramaian Pedagang Kulit Ketupat di Pasar Palmerah

Dalam pernyataannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit memerintah jajaran yang melakukan pengawasan di Bandara Soekarno Hatta untuk menambah personel jika diperlukan. Dengan harapan pelaksanaan kebijakan dalam rangka penekan laju penyebaran virus corona bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Kalau kekurangan anggota minta ke Polda Metro atau minta ke Mabes Polri,” ujar Kapolri.

“Sehingga kemudian mulai dari alur kedatangan sampai dengan hotel dan kemudian mereka keluar, kita yakin bahwa semua prosedur protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik,” tambah Kapolri.

Baca Juga: Transjakarta Tambah Layanan pada 14-16 Mei 2021, Berikut Rinciannya

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani sempat mengkritik pemerintah terkait masuknya Warga Negara Asing di tengah situasi peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri.

Puan Maharani minta pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Salah satu contohnya adalah kami minta kepada pemerintah, ini yang mewakili pemerintah kementerian dan tentu saja TNI Polri dalam melaksanakan kebijakannya, ada keadilan dalam melaksanakan kebijakan,” kata Puan Maharani.

Baca Juga: Kemenkes Bayar Tunggakan Insentif Bagi 1.613 Sukarelawan Covid-19

“Di satu sisi kita melakukan peniadaan mudik di satu sisi jangan sampai kita memperbolehkan warga negara asing masuk ke negara kita di waktu yang memang belum memungkinkan,” tambahnya.

Puan menilai perlu ada sinergi dan rasa keadilan dalam penerapan kebijakan peniadaan mudik. Sehingga masyarakat bisa merasakan keberpihakan pemerintah dalam kebijakan peniadaan mudik dalam rangka menekan angka penularan Covid-19 saat Idul Fitri.

Baca Juga: FSPMI: Salah Satu Perusahaan Outsourcing PLN Tidak Membayar THR Sesuai Aturan

“Selanjutnya lagi, tentu saja saya mengapresiasi berterima kasih kepada seluruh instansi terkait TNI-Polri dan beserta seluruh jajarannya bahwa ada kesempatan yang memang kita harus sama-sama solid,” kata Puan.

“Sama-sama bergotong-royong dalam mengantisipasi pengendalian covid 19 di hari yang Fitri, yang Insya Allah besok akan kita rayakan bersama, tetap menjalankan tugasnya untuk kemajuan Indonesia ke depan, sehingga kita bisa mengendalikan Covid-19,”

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU