> >

Sukses Uji Coba Rudal Jarak Jauh yang Bisa Hantam AS, Kim Jong Un Beri Peringatan ke Washington

Kompas dunia | 20 Desember 2023, 08:05 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, hari Selasa (19/12/2023), memberikan peringatan sekaligus ancaman serius terhadap Amerika Serikat usai berhasil uji coba rudal nuklir antarbenua Hwasong-18, siap mengambil tindakan lebih agresi untuk menangkal ancaman militer yang meningkat yang dipimpin oleh Amerika Serikat. (Sumber: AP Photo)

SEOUL, KOMPAS.TV - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memberikan peringatan sekaligus ancaman serius terhadap Amerika Serikat setelah mengawasi uji coba ketiga rudal tercanggih negaranya yang dirancang untuk menyerang daratan AS, Selasa (19/12/2023).

Kim mengatakan Korea Utara siap mengambil "tindakan lebih agresif" untuk menangkal ancaman militer yang meningkat yang dipimpin oleh AS. Pernyataannya menunjukkan keyakinan pada persenjataan rudalnya yang semakin berkembang, dan kemungkinan besar, dia akan melanjutkan uji coba senjata menjelang pemilihan Presiden AS pada tahun 2024.

Meskipun begitu, banyak pengamat berpendapat Korea Utara masih perlu melakukan uji coba yang lebih signifikan untuk membuktikan mereka memiliki rudal jarak jauh yang bisa berfungsi dan mampu ditujukan ke daratan AS.

Setelah menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua ICBM Hwasong-18, Kim mengatakan uji coba tersebut menunjukkan bagaimana Korea Utara dapat merespons jika AS membuat "keputusan yang salah". Hal ini dilaporkan oleh Korean Central News Agency (KCNA) dan dikutip oleh Associated Press pada Selasa (19/12).

Kim menekankan perlunya "memperhatikan dengan serius semua ancaman militer yang gegabah dan tidak bertanggung jawab dari musuh dan untuk dengan tegas menanggapinya dengan tindakan lebih agresif," seperti yang disampaikan oleh KCNA.

ICBM Hwasong-18 adalah senjata paling canggih Korea Utara, dengan bahan bakar padat yang membuat peluncurannya sulit dideteksi oleh negara lain. Meskipun begitu, banyak ahli asing mengatakan Korea Utara masih punya beberapa tantangan teknologi lain yang harus diatasi untuk memiliki ICBM nuklir yang handal.

Menurut KCNA, Hwasong-18, yang diluncurkan dengan sudut tinggi untuk menghindari negara tetangga, terbang sejauh 1.002 kilometer selama 73,5 menit pada ketinggian maksimum 6.518 kilometer sebelum mendarat di daerah di lepas pantai timur Korea Utara. Kim menyatakan "kepuasan besar" dengan peluncuran tersebut, yang sekali lagi memverifikasi keandalan "alat pukul inti strategis terkuat" Korea Utara.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Salahkan AS karena Tingkatkan Tensi Militer

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, hari Selasa (19/12/2023), memberikan peringatan sekaligus ancaman serius terhadap Amerika Serikat usai berhasil ujicoba rudal nuklir antarbenua Hwasong-18, siap mengambil tindakan lebih agresi untuk menangkal ancaman militer yang meningkat yang dipimpin oleh Amerika Serikat. (Sumber: AP Photo)

Ini adalah uji coba ketiga Hwasong-18 oleh Korea Utara, setelah sebelumnya diluncurkan pada bulan April dan Juli.

"Melihat pernyataan mereka, ini tampaknya lebih sebagai latihan sinyal dan uji coba pengembangan sekaligus," kata Ankit Panda, seorang ahli dengan Carnegie Endowment for International Peace.

“Secara teknis, belum ada yang baru pada tahap awal ini, tetapi jelas mereka semakin yakin dengan ICBM bahan bakar padat baru mereka,” tambahnya.

KCNA melaporkan pertemuan AS-Korea Selatan baru-baru ini untuk membahas rencana deterensi nuklir mereka secara terbuka, mengungkapkan niat mereka untuk melakukan latihan bersama dengan serangan nuklir simulasi terhadap Korea Utara.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU