> >

Xi Jinping Bertemu Empat Mata dengan Putin, Ini Hasil Lengkap Pertemuan Itu Menurut Beijing

Kompas dunia | 23 Maret 2023, 03:05 WIB
Presiden China Xi Jinping kembali ke Beijing hari Rabu (22/3/2021) malam setelah kunjungan kenegaraan ke Rusia, membawa sederet kesimpulan dan hasil yang akan memengaruhi geopolitik kawasan. (Sumber: AP Photo)

Dalam pernyataan tersebut, kedua belah pihak sepakat menjunjung tinggi prinsip saling menghormati, kesetaraan dan saling menguntungkan, mewujudkan pembangunan mandiri jangka panjang kedua negara, mendorong pembangunan berkualitas tinggi dari kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Rusia, menyuntikkan dorongan baru ke dalam promosi komprehensif kerja sama bilateral, menjaga momentum pertumbuhan pesat perdagangan bilateral barang dan jasa, dan berkomitmen untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral secara signifikan pada tahun 2030.

Baca Juga: Intip Momen Pertemuan Xi Jinping dan Vladimir Putin di Moskow

Presiden China Xi Jinping kembali ke Beijing hari Rabu malam, (22/3/2021) setelah kunjungan kenegaraan ke Rusia, membawa sederet kesimpulan dan hasil yang akan mempengaruhi geopolitik kawasan. (Sumber: AP Photo)

Kontribusi untuk Perdamaian dan Keamanan Dunia

Xi mencatat, perubahan yang tidak terlihat dalam satu abad terakhir berkembang lebih cepat dan keseimbangan kekuatan internasional sedang mengalami perubahan besar. 

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan negara-negara besar di dunia, China dan Rusia punya tanggung jawab alami melakukan upaya bersama untuk mengarahkan dan mempromosikan tata kelola global ke arah yang memenuhi harapan masyarakat internasional dan mempromosikan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Rusia menghargai China karena secara konsisten menegakkan posisi objektif dan tidak memihak dalam urusan internasional, mendukung Inisiatif Keamanan Global, Inisiatif Pembangunan Global, dan Inisiatif Peradaban Global yang diajukan China, dan siap untuk lebih meningkatkan koordinasi internasional dengan China, kata Putin seperti laporan Xinhua.

Kedua negara menyerukan penyelidikan yang obyektif, tidak memihak dan profesional terhadap ledakan pipa Nord Stream, kata Pernyataan Bersama Republik Rakyat Tiongkok dan Federasi Rusia tentang Memperdalam Kemitraan Koordinasi Strategis Komprehensif untuk Era Baru, menambahkan mereka bersama-sama menentang upaya mempolitisasi pelacakan asal virus.

China dan Rusia mengungkapkan keprihatinan serius tentang konsekuensi dan risiko dari kemitraan keamanan trilateral AUKUS dan program kerja sama kapal selam bertenaga nuklir terkait antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia pada stabilitas strategis regional.

Mereka juga mengungkapkan keprihatinan serius tentang rencana Jepang untuk membuang air yang terkontaminasi nuklir dari kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut tahun ini, dan menekankan Jepang harus melakukan konsultasi yang transparan dan penuh dengan negara tetangga dan pemangku kepentingan lainnya serta badan internasional yang relevan.

Kedua belah pihak menyatakan keprihatinan serius tentang aktivitas militer biologis Amerika Serikat, baik di dalam maupun di luar negeri, yang secara serius mengancam negara lain dan merusak keamanan kawasan terkait. 

Mereka menuntut agar Amerika Serikat mengklarifikasi hal ini, dan menahan diri dari melakukan semua aktivitas biologis yang melanggar Konvensi Senjata Biologis.

Baca Juga: Dikunjungi Xi Jinping, Vladimir Putin akan Jelaskan Detail Aksi Rusia di Ukraina

Presiden China Xi Jinping kembali ke Beijing hari Rabu malam, (22/3/2021) setelah kunjungan kenegaraan ke Rusia, membawa sederet kesimpulan dan hasil yang akan mempengaruhi geopolitik kawasan. (Sumber: AP Photo)

Penyelesaian Politik Isu Ukraina

Bulan lalu, China merilis dokumen berjudul "Posisi China dalam Penyelesaian Politik Krisis Ukraina," Xi menekankan. Xi menambahkan, mengenai krisis Ukraina, China selama ini mematuhi tujuan dan prinsip Piagam PBB, diikuti sebuah posisi obyektif dan tidak memihak, dan secara aktif mendorong pembicaraan damai. China mendasarkan posisinya pada manfaat masalah itu sendiri dan berdiri teguh untuk perdamaian dan dialog dan berada di sisi kanan sejarah, tambahnya.

Dalam Pernyataan Bersama Republik Rakyat China dan Federasi Rusia tentang Pendalaman Koordinasi Kemitraan Strategis Komprehensif untuk Era Baru, kedua belah pihak menentang praktik oleh negara atau kelompok negara mana pun untuk mencari keuntungan di bidang militer, politik dan area lain yang merugikan kepentingan keamanan yang sah dari negara lain.

Pihak Rusia menegaskan kembali komitmennya untuk memulai kembali pembicaraan damai secepat mungkin, yang dihargai oleh China. Pihak Rusia menyambut baik kesediaan China memainkan peran positif untuk penyelesaian politik dan diplomatik krisis Ukraina dan menyambut proposal konstruktif yang ditetapkan dalam Posisi China dalam Penyelesaian Politik Krisis Ukraina.

Kedua belah pihak menegaskan untuk menyelesaikan krisis Ukraina, masalah keamanan semua negara harus dihormati, konfrontasi blok harus dicegah dan mengipasi api harus dihindari. Kedua belah pihak juga menekankan dialog yang bertanggung jawab adalah cara terbaik untuk solusi yang tepat. Untuk tujuan ini, masyarakat internasional harus memberikan dukungan pada upaya konstruktif yang relevan.

China dan Rusia menyerukan untuk menghentikan semua langkah yang mengarah pada ketegangan dan penundaan pertempuran untuk mencegah krisis menjadi lebih buruk atau bahkan di luar kendali. Mereka menentang sanksi sepihak yang tidak sah oleh Dewan Keamanan PBB.

 

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Xinhua


TERBARU