> >

UU Pertahanan AS Disahkan Joe Biden: China Meradang, Taiwan Senang

Kompas dunia | 24 Desember 2022, 20:25 WIB
Ilustrasi. Pilot jet tempur dari Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China ketika berpartisipasi dalam latihan militer gabungan di sekitar Taiwan, 7 Agustus 2022. China menyebut UU Pertahanan baru AS yang disahkan Joe Biden belakangan ini memanas-manasi isu ancaman China terhadap Taiwan. (Sumber: Wang Xinchao/Xinhua via AP)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - China mengkritik undang-undang pertahanan Amerika Serikat (AS) yang kemarin disahkan Presiden Joe Biden. Beijing menyebut UU baru AS ini memanas-manasi isu "ancaman China" terhadap Taiwan.

Pada Sabtu (24/12/2022), Kementerian Luar Negeri China merilis pernyataan yang berisi kecaman atas langkah Washington tersebut.

"China menyayangkan dan tegas menentang langkah AS ini," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri China dikutip Associated Press.

Baca Juga: Siaga Serbuan Jet Tempur China, Taiwan Pantau Pergerakan lewat Sistem Rudal

Beijing menegaskan, UU pertahanan baru AS adalah provokasi serius dan terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri China.

Sementara itu, Taiwan menyambut baik disahkannya undang-undang baru itu. Taipei menyebut UU pertahanan baru menunjukkan dukungan Washington terhadap negara-kepulauan itu.

Kementerian Luar Negeri Taiwan merilis pernyataan berisi ungkapan terima kasih kepada Kongres AS karena menunjukkan pentingnya (UU) tersebut terhadap hubungan Taiwan-AS dan memperkuat keamanan Taiwan.

UU pertahanan AS yang baru disahkan sendiri mengizinkan peningkatan kerja sama keamanan dengan Taiwan dan memperluas kerja sama dengan India dalam hal teknologi pertahanan, kesiapan, dan logistik.

UU pertahanan itu disahkan Joe Biden di Washington pada Jumat (23/12) kemarin. UU senilai 858 miliar dolar AS ini bertujuan mengendalikan inflasi dan meningkatkan daya saing militer AS atas China dan Rusia.

China sejak lama mengkritik dukungan AS atas Taiwan. China dan Taiwan berpisah sejak perang pada 1949 dan pemerintahan Xi Jinping berupaya mendesakkan agenda reunifikasi-paksa China-Taiwan.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU