> >

Israel Khawatir dengan Perundingan Nuklir Iran, Minta Negara Berkuasa Bertindak Keras

Kompas dunia | 6 Desember 2021, 06:53 WIB
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengaku khawatir dengan perundingan nuklir Iran dan meminta negara berkuasa bertindak keras, Minggu (5/12/2021). (Sumber: Gil Cohen-Magen/Pool via AP)

TEL AVIV, KOMPAS.TV - Israel tampaknya khawatir dengan perundingan nuklir Iran yang saat ini tengah dilakukan

Perdana Menteri Israel Naftali Bennet kemudian meminta negara bekuasa untuk bertindak tegas pada negosiasi tersebut.

Hal itu diungkapkan Bennett, Minggu (5/12/2021), saat berbicara di depan kabinetnya.

Israel terus memperhartikan dengan cemas setelah negara berkuasa duduk bersama Iran di Wina untuk membicarakan mengaktifkan kembali perjanjian 2015.

Baca Juga: Denmark Temukan Sudah Ada 183 Kasus Infeksi Covid-19 Varian Omicron

Minggu lalu, Iran langsung melakukan pergerakan saat pembicaraan dilanjutkan.

Mereka menyarankan segala sesuatu yang dibahas dalam putaran diplomasi sebelumnya dapat dinegosiasikan ulang.

Kemajuan Iran yang berkelanjutan dalam program atomnya semakin meningkatkan taruhan.

“Saya meminta semua negara yang bernegosiasi dengan Iran di Wina melakukan langkah keras dan memastikan Iran tak bisa melakukan pengayaan uranium dan bernegosiasi di waktu yang sama,” tutur Bennett dikutip dari Al-Jazeera.

“Iran harus mulai membayar harga dari pelanggarannya,” ujarnya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Al-Jazeera


TERBARU