> >

Mengapa Venus, Planet Terdekat Bumi, Begitu Berbeda dengan Bumi? ESA akan Selidiki Sebabnya

Kompas dunia | 11 Juni 2021, 07:00 WIB
Badan Antariksa Eropa (ESA) akan mengirimkan pesawat luar angkasa yang mengorbit Venus pada awal tahun 2030-an. Dinamakan EnVision, wahana pengorbit Venus ini akan menyelidiki mengapa planet terdekat Bumi ini begitu berbeda dengan Bumi, kendati serupa dalam ukuran dan komposisi. (Sumber: NASA/JPL-Caltech via AP)

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.TV – Planet Venus kini menjadi semakin panas dari sebelumnya. Untuk menyelidiki iklim di planet terdekat dengan Bumi ini, pesawat luar angkasa tak berawak akan dikirim untuk menjelajah.

Sepekan setelah Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) NASA mengumumkan dua misi baru ke Venus, Lembaga Antariksa Eropa (ESA) menyatakan pada Kamis (10/6/2021) bahwa mereka akan meluncurkan pesawat luar angkasa yang mengorbit Venus pada awal tahun 2030-an. Dinamakan EnVision, pesawat luar angkasa ini akan berupaya menjelaskan mengapa Venus begitu sangat berbeda dengan Bumi, meski kedua planet ini serupa dalam ukuran dan komposisi.

Baca Juga: Setelah Mars, NASA akan Kirim 2 Pesawat Untuk Pelajari Venus

Melansir Associated Press pada Kamis (10/6/2021), NASA akan menyediakan radar EnVision.

Sementara, sepasang misi NASA yang akan datang ke planet terpanas dalam tata surya kita ini – misi DaVinci Plus dan Veritas – akan menjadi misi pertama bagi AS selama lebih dari 30 tahun terakhir. Kedua misi ini akan diluncurkan sekitar tahun 2028 dan 2030.

Baca Juga: Mengenal Planet Venus, Si Bintang Kejora Kembaran Bumi

“Ini hat trick Venus!” cuit kepala sains NASA Thomas Zurbuchen lewat akun Twitternya.

Lewat wahana Venus Express, ESA telah mengunjungi Venus dan beraksi mengorbit planet terdekat dengan Bumi ini hingga tahun 2014. Jepang juga mengirim wahana luar angkasa yang mengorbit di sekitar Venus sejak tahun 2015 untuk mempelajari iklim di planet itu.

Baca Juga: Astronom Temukan Planet "Neraka", Suhunya 2.700 Derajat Celcius!

“Era baru dalam eksplorasi tetangga terdekat tapi justru yang paling berbeda di tata surya ini menanti kita,” kata Direktur Sains ESA Gunther Hasinger dalam pernyataannya.

Penulis : Vyara Lestari Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU