Kompas TV klik360 sinau

Mengenal Planet Venus, Si Bintang Kejora Kembaran Bumi

Selasa, 4 Mei 2021 | 15:30 WIB

KOMPAS.TV - Di antara planet-planet lainnya di tata surya, Bumi merupakan planet yang dapat dihuni manusia.

Namun ternyata, ada satu planet lain di tata surya yang disebut sebagai kembaran Bumi, yaitu planet Venus.

Planet Venus adalah benda kedua paling terang yang ada di langit malam, setelah bulan. Sehingga untuk melihat planet venus tidak perlu bantuan teleskop.

Planet ini dikenal juga dengan sebutan bintang kejora, bintang fajar, atau bintang senja.

Disebut bintang kejora karena planet Venus terlihat paling terang dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya.

Nama Venus sendiri diambil dari Dewi Cinta dalam mitologi Yunani. Planet Venus termasuk kategori planet dalam, bersama dengan Bumi dan Merkurius.

Venus memiliki ukuran, massa, materi, dan kepadatan yang hampir sama dengan Bumi.

Diameter planet Venus sekitar 7.521 mil atau 12.104 kilometer.

Planet Venus memiliki selubung batuan keras yang mirip seperti tanah di bumi.

Hal yang membedakan dengan Bumi adalah planet Venus memiliki atmosfer berupa awan tebal yang panas dan beracun.

Suhu permukaan rata-rata di Venus mencapai 867 derajat Fahrenheit atau 464 derajat Celsius.

Sebagian besar planet tersebut terdiri dari daratan yang bergelombang. Ada juga beberapa daerahnya dengan dataran rendah dan dua dataran tinggi disebut Ishtar Terra (seluas Australia) dan Aphrodite Terra (seluas Amerika Selatan).(*)

Grafis: Joshua Victor

Penulis : Gempita Surya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:33
PERSATUAN ATLETIK SELURUH INDONESIA (PASI) TARGETKAN LIMA ATLET INDONESIA BISA MENDUDUKI PERINGKAT 30 BESAR DUNIA   BUMN PANGAN IMPOR DAGING SAPI ASAL BRASIL UNTUK JAGA STABILITAS HARGA JELANG LEBARAN   BMKG: WASPADAI POTENSI GELOMBANG TINGGI DI PERAIRAN SELATAN JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR PADA 4-6 MEI 2021   POLRI PASTIKAN ISU TEROR YANG DILAKUKAN KKB PAPUA SUDAH DIANTISIPASI OLEH APARAT KEAMANAN   MENTERI PPPA SEBUT POSYANDU MERUPAKAN TONGGAK PENCEGAHAN “STUNTING”   MENTERI PPPA BINTANG PUSPAYOGA BERHARAP PROGRAM SEKOLAH PEREMPUAN DI NTT DIREPLIKASI DAERAH LAIN   EPIDEMIOLOG UGM PREDIKSI ADA KENAIKAN KASUS COVID-19 AKIBAT KERUMUNAN TANAH ABANG DALAM DUA PEKAN KE DEPAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA KEPALA DAERAH DAN FORKOPIMDA UNTUK ANTISIPASI POTENSI KERUMUNAN SAAT IDUL FITRI   KEMENKES: PASIEN COVID-19 VARIAN B1351 SUDAH MENINGGAL DUNIA   SATGAS COVID-19 MENCATAT 121 KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA DISIPLIN TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN   SATGAS COVID-19: PERKEMBANGAN KASUS COVID-19 DI INDONESIA HINGGA 3 MEI 2021 CUKUP BAIK DIBANDING BULAN SEBELUMNYA   WAKIL KETUA KOMISI IX DPR RI CHARLES HONORIS IMBAU PEMERINTAH SIAPKAN SKENARIO TERBURUK APABILA KASUS COVID-19 NAIK   PRESIDEN JOKOWI SEBUT PROTOKOL KESEHATAN UNTUK INDUSTRI HARUS KETAT DAN JANGAN DITAWAR   PRESIDEN JOKOWI: KEBANGKITAN INDUSTRI HARUS TERUS DIDORONG UNTUK DUKUNG PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL