> >

Dielukan Sekaligus Dicerca, Kapal Pesiar Pertama yang Singgah di Venesia Sejak Pandemi

Kompas dunia | 7 Juni 2021, 04:15 WIB
MSC Orchestra, kapal pesiar pertama yang lepas sauh meninggalkan Venesia sejak pandemi Covid-19 lebih dari setahun lalu, saat melintasi laguna di Venesia, Italia pada Sabtu (5/6/2021). (Sumber: AP Photo/Antonio Calanni)

VENESIA, KOMPAS.TV – Kapal pesiar pertama yang lepas sauh di Venesia, Italia sejak pandemi Covid-19 pada Sabtu (5/6/2021), disambut gembira sekaligus dikecam.

Para pekerja pelabuhan menyambut gembira karena nadi perekonomian kembali berdenyut, sementara ratusan warga Venesia yang menggelar aksi unjuk rasa, menentang kapal pesiar raksasa itu melintasi laguna kota yang bersejarah.

Melansir Associated Press, saat kapal pesiar MSC Orchestra berbobot 92.000 ton itu melintasi Kanal Giudecca di jantung Venesia, sejumlah kapal tunda mengiringi dengan semburan air, merayakan berdenyutnya kembali perekonomian pariwisata Venesia. Spanduk bertuliskan “Selamat Datang Kembali Kapal Pesiar” terpampang.

Sekitar dua lusin kapal yang dipenuhi para pekerja pelabuhan juga mengiringi MSC Orchestra, merayakan kembali aktifnya para pekerja pelabuhan.

Baca Juga: Kapal Pesiar Viking Grace Kandas, Diduga Karena Dihempas Angin Badai

Menurut Komite Pekerja Venesia, lebih dari 1.700 pekerja dipekerjakan menangani kapal pesiar, mulai dari kapten kapal tunda hingga porter pengangkut barang, sementara sekitar 4.000 pekerja lainnya bergantung pada lalu lintas pelayaran kapal pesiar.

Sebuah kapal tunda menyemburkan air sebagai simbol perayaan kembali berdenyutnya perekonomian pariwisata di Venesia, Italia, dengan melintasnya kapal pesiar MSC Orchestra pada Sabtu lalu (5/6/2021). (Sumber: AP Photo/Antonio Calanni)

Namun, sambutan meriah itu juga dibarengi dengan aksi unjuk rasa ratusan warga Venesia yang berkumpul di tepi kanal. Sebagian warga juga menaiki kapal-kapal kecil untuk memprotes melintasnya kapal-kapal pesiar raksasa di laguna. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Tidak untuk Kapal Besar”.

Baca Juga: Gunung La Soufriere Kembali Meletus, Warga Asing Dievakuasi Dengan Kapal Pesiar

Selama bertahun-tahun, warga Venesia mendesak pemerintah untuk melarang kapal pesiar besar dan kapal-kapal raksasa lainnya untuk melintasi laguna dan bersandar tak jauh dari Lapangan St Mark yang terkenal.

Warga mengkhawatirkan faktor keselamatan dan lingkungan, termasuk polusi dan erosi bawah air di kota yang sudah terancam bahaya dari naiknya permukaan air laut itu.

“Kami menentang model pariwisata yang menghancurkan kota, mengusir warga, menghancurkan planet, kota, dan mencemari,” ujar salah seorang warga yang berunjuk rasa.

Ratusan warga Venesia, Italia, menggelar aksi unjuk rasa menentang melintasnya kapal-kapal besar di area laguna di Venesia pada Sabtu (5/6/2021). (Sumber: AP Photo/Antonio Calanni)

Kapal pesiar MSC Orchestra memiliki 16 dek dan mampu mengangkut lebih dari 3.000 penumpang dan 1.000 awak kapal. Namun, dalam perjalanan menuju Kroasia dan Yunani kali ini, kapal pesiar itu hanya mengangkut setengah dari kapasitas lantaran pembatasan sosial pandemi Covid-19.

Selama lebih dari 2 dekade belakangan, Venesia telah menjadi salah satu tujuan penting kapal pesiar dunia. Menurut data Asosiasi Kapal Pesiar Internasional (CLIA), sepanjang tahun 2019, Venesia disinggahi 667 kapal pesiar yang memberangkatkan hampir 700.000 penumpang dan mengangkut total 1,6 juta orang.

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU