> >

Gugus Kapal Induk Shandong Milik China Latihan Militer di Laut China Selatan

Kompas dunia | 2 Mei 2021, 17:10 WIB
Kapal Induk China Shandong. Gugus tugas kapal induk Shandong milik Angkatan Laut China baru-baru ini melakukan latihan rutin tahunan di Laut Cina Selatan. (Sumber: Xinhua)

BEIJING, KOMPAS.TV - Otoritas militer China mengumumkan gugus tugas kapal induk Shandong milik Angkatan Laut China baru-baru ini melakukan latihan rutin tahunan di Laut Cina Selatan.

Juru bicara Angkatan Laut Gao Xiucheng dalam sebuah pernyataan mengatakan latihan itu sepenuhnya sah dan bagian dari menjaga kedaulatan nasional, kepentingan keamanan dan pembangunan, serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

“Kami berharap dunia luar akan melihatnya secara obyektif dan rasional. Ke depan, Angkatan Laut China akan terus melakukan latihan serupa sesuai rencana,” kata Gao, dilansir Associated Press, Minggu (2/4/2021).

Shandong adalah kapal induk China kedua setelah Liaoning, yang awalnya dibeli konstruksi dasarnya saja dari Ukraina, lalu sepenuhnya diperbarui oleh militer China.

Latihan rutin kapal induk Shandong ini dilakukan setelah beberapa waktu lalu Beijing mengkritik Amerika Serikat, karena mengirim kapal Angkatan Lautnya ke daerah strategis di Laut China Selatan.

Kementerian Pertahanan China pekan lalu mendesak AS untuk menahan pasukan udara dan laut mereka yang berada di dekat China.

Pesawat pengintai dan kapal perang AS lebih aktif di sekitar China sejak Presiden Biden menjabat, seperti dikutip dari pernyataan Kementerian Pertahanan China.

Baca Juga: Kapal Induk ke Tiga China akan Meluncur Tahun ini

Kapal Selam Nuklir, Kapal Perang kelas destroyer, dan kapal induk helikopter China yang baru diresmikan hari Sabtu, 24 April 2021 (Sumber: CGTN)

Laut China Selatan saat ini dalam kondisi panas dan dipersengkatan, karena sebagian wilayah tersebut juga diklaim beberapa negara Asia Tenggara. 

Laut China Selatan adalah salah satu jalur laut tersibuk di dunia, yang diklaim Beijing secara keseluruhan.

China membangun beberapa pulau buatan di perairan yang disengketakan, dan dinilai AS sebagai langkah untuk memiliterisasi daerah tersebut.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU