> >

Tim dari AS Tiba di Jakarta, Bergabung dengan Tim KNKT Untuk Selidiki Jatuhnya Sriwijaya Air SJY 182

Kompas dunia | 16 Januari 2021, 20:26 WIB
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi mesin turbin pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021) malam. (Sumber: Humas Basarnas)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebuah tim dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS telah tiba di Jakarta untuk mengikuti penyelidikan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500, kata kepala Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia, seperti dilansir Associated Press Sabtu (16/01/2021)

Tim tersebut juga terdiri dari perwakilan dari Administrasi Penerbangan Federal AS, FAA, Boeing sebagai pembuat pesawat, dan General Electric sebagai pembuat mesin pesawat.

Mereka bergabung dengan personel dari Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura di pusat komando pencarian dan penyelamatan di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta untuk melihat beberapa puing pesawat.

Pesawat kehilangan kontak dengan pengawas lalu lintas udara beberapa menit setelah lepas landas dari Jakarta saat hujan deras pada 9 Januari. Boeing 737-500 itu jatuh ke Laut Jawa di lepas pantai Jakarta, menewaskan 62 orang di dalamnya.

Baca Juga: Temuan Bawah Laut: Bagian Sayap Pesawat Sriwijaya Air hingga Masker Oksigen Pilot

Penyelam menemukan bagian dari perekam suara kokpit pada hari Jumat (15/01/2021) ketika lebih banyak personel bergabung untuk mencari puing-puing dan korban.

Penyelidik telah mengunduh informasi dari perekam data penerbangan pesawat, yang ditemukan awal pekan ini.

“Ada 330 parameter dan semuanya dalam kondisi baik. Kami sedang mempelajarinya sekarang, ”kata Soerjanto Tjahjono, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Pemerintah Indonesia memberikan izin khusus agar tim NTSB Amerika Serikat ini bisa masuk Indonesia, karena saat ini Indonesia melarang semua WNA masuk, untuk mencegah penularan dari varian baru yang berkembang di Inggris. 

Baca Juga: Ini Bagian CVR yang Berhasil Ditemukan Tim Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182

Boeing 737-500 yang jatuh berusia 26 tahun tidak digunakan selama hampir sembilan bulan tahun lalu karena pengurangan penerbangan yang disebabkan oleh pandemi.

Maskapai Sriwijaya Air dan pejabat keselamatan penerbangan Indonesia mengatakan telah melakukan inspeksi pesawat, termasuk atas kemungkinan korosi mesin yang bisa jadi muncul selama penyimpanan pesawat tahun lalu, sebelum melanjutkan penerbangan komersial pada bulan Desember.

Sebelumnya pada hari Selasa (12/01/2021), Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) mengatakan akan mengirim tim penyelidik ke Indonesia sebagai bagian dari penyelidikan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Baca Juga: Terbaru! KNKT Berhasil Unduh Data Black Box Sriwijaya Air SJ182

NTSB menyatakan akan memberangkatkan perwakilan dan tiga penyelidik ke Indonesia. "Kami memiliki keahlian dalam operasi, kinerja sumber daya manusia (SDM), struktur, dan sistem pesawat," kata Dewan Keselamatan NTSB seperti dikutip Channel News Asia. 

Industri penerbangan Indonesia tumbuh dengan cepat setelah ekonomi nasional dibuka menyusul jatuhnya Suharto pada akhir 1990-an.

Masalah keamanan membuat Amerika Serikat dan Uni Eropa melarang maskapai penerbangan Indonesia selama bertahun-tahun, tetapi larangan tersebut telah dicabut karena kepatuhan yang lebih baik terhadap standar penerbangan internasional.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU