> >

Wanita Prancis Diperkosa di Depan Anaknya, Unjuk Rasa Meledak di Pakistan

Kompas dunia | 13 September 2020, 11:56 WIB
Ilustrasi pemerkosaan (Sumber: Tribunnews)

Bedanya, anak tersebut dipukul kepalanya dan kemudian dibakar. Bahkan tagar keadilan untuk korban berseliweran di media sosial.

Baca Juga: Anak Hasil Hubungan Terlarang Raja Belgia Berjuang dapatkan Gelar Kerajaan

Salah satu yang bersuara lantang adalah Anggota Oposisi dari Mahkamah Nasional Pakistan yang juga pengacara hak anak-anak, Mehnaz Akber Aziz.

“Tak ada empati, hanya diam. Hal itu harus berubah, karena masyarakat kini ikut mendorong (perubahan),” tuturnya dikutip dari New York Times.

Aziz mengungkapkan kebanyakan korban pemerkosaan anak berasal dari kota kecil atau pedesaan, sehingga kasus mereka tak tertangkap media sosial.

Baca Juga: Ikuti Jejak Uni Emirat Arab, Bahrain Jalani Normalisasi Hubungan dengan Israel

Petugas pun bisanya tak mengunjungi mereka, dan pelaku biasanya dilepas secara diam-diam setelah kemarahan masyarakat mereda.

Menurutnya hal itu berujung pada rasa bebas setelah melakukan kejahatan, sehingga kasus yang sama bisa kembali terulang.

“Hal itu membuat Anda memberikan sinyal kepada pemerkosa itu, bahwa tak masalah untuk melanjutkan apa yang sudah mereka lakukan, dan selalu ada jalan keluar meski Anda tertangkap,” katanya.

Penulis : Haryo-Jati

Sumber : Kompas TV


TERBARU