> >

CEO Google Kirim Memo Minta Karyawan Siap-Siap Ada PHK Lanjutan

Ekonomi dan bisnis | 19 Januari 2024, 09:09 WIB
CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai saat hadir dalam sebuah diskusi di KTT CEO APEC di San Francisco, Amerika Serikat, 16 November 2023. (Sumber: AP Photo/Eric Risberg)

JAKARTA, KOMPAS.TV - CEO Google Sundar Pichai mengatakan kepada para karyawannya untuk bersiap menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Perusahaan itu telah memecat lebih dari 1.000 pegawai sejak awal tahun ini. Namun jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah. 

PHK dilakukan terhadap divisi perangkat keras, penjualan iklan, pencarian, belanja, peta, kebijakan, teknik inti, dan bahkan tim YouTube yang merupakan anak usaha Google. 

"Kami memiliki tujuan yang ambisius dan akan berinvestasi pada prioritas-prioritas besar kami tahun ini, kenyataannya adalah untuk menciptakan kapasitas untuk investasi ini, kami harus membuat pilihan-pilihan sulit,” kata Pichai kepada seluruh karyawan Google dalam sebuah memo internal yang dibagikan Rabu (17/4/2024) waktu setempat, seperti dilansir Antara

Baca Juga: Produsen Ban PT Hung-A PHK 1.500 Pegawai di Cikarang, Penjualan Menurun dan Pindah ke Vietnam

"Penghapusan peran ini tidak dalam skala pengurangan tahun lalu, dan tidak akan menyentuh setiap tim, namun saya tahu sangat sulit melihat rekan kerja dan tim yang terkena dampaknya,” tambahnya. 

Tahun lalu, ia menyebut Google akan memangkas total 12.000 karyawan dalam beberapa waktu ke depan.

Pichai menyebut pengurangan pegawai ini untuk menyederhanakan struktur perusahaan dan membuat Google bergerak lebih cepat di beberapa lini bisnisnya. 

"Banyak dari perubahan ini telah diumumkan, meskipun untuk lebih jelasnya, beberapa tim akan terus membuat keputusan alokasi sumber daya tertentu sepanjang tahun ini jika diperlukan, dan beberapa peran mungkin akan terkena dampaknya," tulisnya.

Sebelumnya, serikat pekerja Alphabet, induk Google, telah melakukan protes atas badai PHK tersebut. 

Baca Juga: Profil PT Hung-A yang PHK 1.500 Karyawan: Pasok Ban ke Dunlop hingga Ekspor ke Berbagai Negara

Google pada awalnya mengatakan akan mengurangi beberapa ratus pekerja di bidang teknik, perangkat keras, dan tim asisten, meskipun sebagian besar dampaknya menimpa divisi perangkat keras augmented reality perusahaan. 

Serikat pekerja menyebut PHK ini mengikuti janji para eksekutif Google dan Alphabet untuk mengurangi biaya. 

Setahun yang lalu, Google mengatakan akan memberhentikan 12.000 karyawan, sekitar 6 persen dari tenaga kerjanya.

Pada hari yang sama ketika berita pemotongan tersebut tersebar, Google mengumumkan mereka akan menghentikan 17 fitur Asisten Google yang “kurang dimanfaatkan”, termasuk memutar buku audio, mengirim email, atau memulai sesi meditasi dengan Calm lewat perintah suara. 

Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Antara, The Guardian


TERBARU