> >

Luhut Ke Amerika, Bertemu Utusan Khusus Joe Biden Hingga Lobi Investasi Produksi Obat Covid

Ekonomi dan bisnis | 21 Oktober 2021, 13:52 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (21/10/2021). (Sumber: KBRI Washington)

WASHINGTON, KOMPAS.TV- Menko Kemaritiman dan Investasi (Marvest) saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Di sana, Luhut bertemu dengan sejumlah pihak untuk.membicatakan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat. Baik pihak swasta maupun pemerintah.

Akun instagram Luhut mengunggah mengenai kunjungan tersebut. 

"Mungkin bagi banyak orang situasi pandemi ini begitu membatasi seluruh gerak dan aktivitas kita sebelumnya. Namun, saya memilih untuk setuju pada ucapan Presiden @jokowi bahwa pandemi ini adalah momentum kita untuk melakukan lompatan dan percepatan," begitu tulisan di akun instagram Luhut dikutip Kamis (21/10/2021).

"Semangat itulah yang selalu saya bawa saat kunjungan kerja ke manapun bahkan ke Amerika Serikat saat ini untuk bertemu dengan beberapa pejabat penting disana juga sejumlah pimpinan perusahaan teknologi ternama."

Pertemuan yang dilakukan Luhut diantaranya dengan Utusan Khusus Presiden Joe Biden untuk Iklim John Kerry serta Presiden World Bank David Malpass. Bersama keduanya, Luhut membicarakan kerja sama pengurangan gas rumah kaca serta percepatan dan transisi menuju  pemanfaatan energi baru terbarukan.

Baca Juga: Ke Amerika, Luhut dan Menkes Budi Jajaki Alternatif Obat Covid-19

Luhut juga bertemu dengan Penasehat Keamanan Nasional (NSA) Jack Sullivan. Mereka membahas peningkatan keamanan kesehatan global dan komunikasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan Amerika.

Luhut meminta Amerika untuk membantu Indonesia dengan tindakan nyata. Yaitu kerja sama investasi dan produksi antara perusahaan Amerika dan Indonesia, untuk obat therapeutic Covid di Indonesia yang sudah dalam fase “clinical trial”.

Luhut menyatakan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pembeli.

"Mendengar hal ini, Mr. Sullivan tampak optimis dan sepakat dengan saya. Saya kira jika ini berhasil, penanganan pandemi kita bisa jauh lebih baik namun dengan catatan kita harus taat prokes dan melakukan percepatan vaksinasi."

Baca Juga: Ribuan Anggota Koperasi di Yogyakarta Tuntut Pengembalian Uang Rp800 Miliar

Penulis : Dina Karina Editor : Purwanto

Sumber :


TERBARU