> >

Erick Thohir Akui Mau Bubarkan 7 BUMN yang Lama Tak Beroperasi

Bumn | 23 September 2021, 22:51 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir akan membubarkan 7 perusahaan pelat merah yang sudah lama tidak beroperasi. (Sumber: Dok. Kementerian BUMN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku akan membubarkan tujuh perusahaan pelat merah.

Erick berujar, penutupan tersebut dikarenakan tujuh BUMN itu sudah lama tidak beroperasi.

"Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh BUMN yang memang sudah lama tidak beroperasi," kata Erick, Kamis (23/9/2021).

Selain itu, keputusan tersebut juga untuk memberikan kepastian kepada para pegawai perusahaan tersebut yang selama ini nasibnya terkatung-terkatung.

"Ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung, dan kita kan zalim kalau jadi pemimpin tidak beri kepastian," ungkapnya.

Dia kemudian menyebutkan beberapa nama perusahaan pelat merah yang masuk dalam daftar tujuh BUMN yang akan dibubarkan.

Adapun di antaranya yakni PT Industri Gelas/Iglas (Persero), PT Kertas Leces (Persero), dan maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

Baca Juga: Ditanya DPR Soal BUMN 'Hantu' dan 'Polesan', Erick Thohir Akui Ada BUMN Ngutang demi Bonus

"Ini hal-hal yang saya rasa kita harus pastikan keputusan ini ada," ujar Erick menegaskan.

Lebih lanjut, dia menyebut penutupan sejumlah BUMN itu telah menjadi salah satu bahan diskusi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, kemarin. 

Menurut dia, meski proses menutup atau memerger BUMN tidaklah mudah namun di era pasar bebas dan digitalisasi seperti sekarang, pengambilan keputusan harus semakin cepat.

Erick kemudian menuturkan restrukturisasi beberapa perusahaan BUMN membutuhkan waktu yang sangat lama, 9-12 bulan. Prosesnya pun lintas kementerian/lembaga. 

Meski begitu, kata Erick, percepatan pengambilan keputusan itu sangat penting.

"Ketika kita melihat ada satu perusahaan yang tidak sehat, dan ini sekarang sudah terbuka digitalisasi dan marketnya. Kalau tidak diambil keputusan cepat, itu nanti akan membuat perusahaan tersebut makin lama makin tidak sehat," jelasnya.

"Padahal dalam waktu yang singkat kita bisa memperbaiki, cuma karena prosesnya belum jadinya tidak sehat. Akhirnya bukan jadi tidak sehat saja, malah bangkrut dan tutup," sambung Erick. 

Baca Juga: Beri Bantuan Rp350 Juta untuk Verawaty Fajrin, Erick Thohir dan Bos BNI Doakan Cepat Pulih

Pada kesempatan itu, dia juga mengungkapkan pihaknya perlu waktu yang panjang untuk menutup perusahaan BUMN.

Sebab itu, Erick mengaku telah meminta dukungan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menteri terkait lainnya untuk membubarkan BUMN yang dirasa tidak sehat.

"Supaya kita bisa mengantisipasi perubahan krisis model yang terjadi saat atau pasca Covid," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah membubarkan tiga BUMN dengan menggabungkannya ke perusahaan pelat merah lain.

Mereka adalah PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) gabung ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Pertani ke PT Sang Hyang Seri, dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) ke PT Perikanan Indonesia (Perindo).

Baca Juga: Langkah Jokowi Bubarkan 3 BUMN Dinilai Sudah Tepat, Ini Alasannya

 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU