> >

Garuda Indonesia Paparkan Strategi Hadapi Kondisi Keuangan Saat Ini

Bumn | 31 Mei 2021, 16:14 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (Sumber: instagram @garuda.indonesia)

JAKARTA, KOMPAS.TV - PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. atau GIAA tengah ramai diperbincangkan setelah menawarkan program pensiun dini kepada karyawannya.

Kesulitan keuangan dihadapi maskapai ini semenjak pandemi Covid-19 yang menyebabkan turunnya jumlah penumpang dan operasional pesawat.

Tidak hanya itu, utang perseroan pun menumpuk hingga angka Rp 70 triliun dan diperkirakan terus bertambah Rp 1 triliun tiap bulannya.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak manajemen GIAA menjelaskan sejumlah strategi yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi kondisi keuangan saat ini. 

Pihak manajemen mengatakan bahwa pihak perusahaan terus melakukan optimalisasi pengelolaan sejumlah lini bisnis potensial untuk mendukung peningkatan pendapatan usaha.

"Saat ini GIAA tengah memaksimalkan kerja sama dengan mitra usaha guna mendorong peningkatan pendapatan," tulis manajemen GIAA, dikutip Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Dorongan Kemnaker kepada Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air untuk Cegah PHK

GIAA juga meluncurkan program promosional berupa Garuda Eco Lite, Garuda Online Travel Fair, dan Thank God Its Friday serta berbagai program promosional lainnya.

Selanjutnya, perusahaan juga membuka penerbangan langsung khusus kargo guna mendukung daya siang komoditas ekspor nasional dan pengembangan UMKM.

Lalu, juga melalui pengoperasian pesawat Passenger Freighter, optimalisasi layanan charter kargo, dan pengembangan layanan pengiriman barang “Kirim Aja” berbasis aplikasi digital.

Penulis : Hasya Nindita Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Kompas TV


TERBARU