Kompas TV internasional kompas dunia

Italia Peringati 10 Tahun Tragedi Kapal Pesiar Costa Concordia

Kompas.tv - 13 Januari 2022, 22:47 WIB
italia-peringati-10-tahun-tragedi-kapal-pesiar-costa-concordia
Kapal pesiar mewah Costa Concordia kandas di lepas pantai Pulau Giglio di Tuscan, Italia, 13 Januari 2012. Pada Kamis (13/1/2022), Italia memperingati 10 tahun tragedi kapal pesiar yang menewaskan 32 orang itu. (Sumber: AP Photo/Giuseppe Modesti)
Penulis : Vyara Lestari | Editor : Deni Muliya

GIGLIO, KOMPAS.TV – Italia memperingati 10 tahun tragedi kapal pesiar Costa Concordia pada Kamis (13/1/2022). 

10 tahun yang lalu, tepatnya 13 Januari 2012, kapal pesiar raksasa itu menghantam karang hingga terbalik di lepas pantai Pulau Giglio, Tuscan, Italia.

Di Gereja Giglio, bel berdentang di tengah misa peringatan untuk mengenang 32 orang yang tewas dalam tragedi tersebut.

Gereja inilah yang membuka pintunya dan menerima ratusan penyintas Concordia di malam beku itu.

Dengan tangan terbuka, pihak gereja menyediakan selter saat para korban tiba dengan berbagai sekoci.

Beberapa di antara mereka bahkan tiba dalam keadaan basah kuyup lantaran terpaksa berenang di sisi sekoci.

“Saya meminta Anda untuk memiliki keberanian menatap ke depan,” ujar Uskup Grosseto, Giovanni Roncari kepada para kerabat korban tewas, korban selamat dan penjaga pantai yang membantu operasi penyelamatan malam nahas itu. 

“Harapan tidak membatalkan tragedi dan rasa sakit, tapi mengajarkan kita untuk melihat melampaui saat ini tanpa melupakannya,” imbuhnya, dikutip dari Associated Press, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Detik-Detik Penyelamatan 4 Orang dari Kapal Pesiar yang Kandas di Virgin Island AS

Di bawah cerahnya sinar mentari dan birunya langit, para korban selamat dan kerabat mereka melarung karangan bunga di lokasi karamnya Concordia di lepas pantai Giglio. 

Kapten Concordia, Francesco Schettino tengah menjalani hukuman 16 tahun penjara.

Saat itu, ia memerintahkan kru untuk membawa kapal keluar jalur untuk mendekati Giglio.

Ia lalu menunda perintah evakuasi dan meninggalkan kapal sebelum seluruh penumpang dan kru dievakuasi.

Saat itu, penduduk Giglio menerima 4.200 penumpang dan kru Costa Concordia memberi mereka makanan, selimut dan tempat untuk bernaung.

Sejumlah warga Giglio juga tinggal bersama bangkai Concordia selama dua tahun setelahnya, hingga dibawa pergi untuk dibongkar.

Baca Juga: Menengok Desain Kapal Pesiar Sains Superyacht 300, Bertenaga Nuklir dan Canggih

Salah satu kerabat korban yang hadir adalah Kevin Rebello.

Saudaranya, Russel Rebello yang bekerja sebagai pelayan di Concordia adalah orang terakhir yang dinyatakan hilang.

Dua tahun kemudian, pada tahun 2014, jenazahnya ditemukan saat kru membongkar bangkai kapal pesiar mewah itu di galangan kapal di Genoa.

Panorama lepas pantai Pulau Giglio di Tuscan, Italia, pada Rabu, 12 Januari 2022 (foto atas) dan pada Rabu, 1 Februari 2012 (foto bawah). Pada Kamis (13/1/2022), Italia memperingati 10 tahun tragedi karamnya kapal pesiar Costa Concordia. (Sumber: AP Photo/ Andrew Medichini and Pier Paolo Cito)

Peringatan 10 tahun tragedi Costa Concordia berlangsung saat industri pelayaran kapal pesiar ditutup di sebagian besar lokasi di dunia akibat pandemi Covid-19.

Industri ini juga kembali menjadi sorotan lantaran wabah Covid-19 yang mengancam keselamatan para penumpang.

Bulan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperingatkan orang-orang agar tak bepergian dalam kapal pesiar karena risiko penularan yang tinggi.

Bagi para penyintas tragedi Costa Concordia, penularan Covid-19 di kapal pesiar adalah bukti terbaru bahwa keselamatan penumpang tak menjadi prioritas dalam industri pelayaran. 

Baca Juga: Sudah Berlayar, Kapal Pesiar Raksasa Putar Balik ke Singapura Setelah Ditemukan Kasus Covid-19

Saat tragedi itu terjadi, para penumpang Concordia dibiarkan sendiri untuk mencari rompi pelampung dan sekoci setelah kapten menunda perintah evakuasi.

Karena terlambat inilah banyak sekoci yang tak bisa diturunkan ke air karena kapal keburu rebah.

Penumpang yang selamat, Ester Percossi, mengingat momen saat dirinya terhempas ke lantai ruang makan Concordia saat karang merobek lambung kapal raksasa itu. 

“Rasanya seperti gempa bumi. Lampu-lampu mati, dan botol, gelas dan piring terlempar dari meja, pecah berantakan di lantai,” ujarnya.

“Kami bangkit dan dengan susah payah keluar ke dek. Di sana kami mengambil rompi pelampung yang bisa kami dapatkan karena semua orang saling berebut pelampung untuk menyelamatkan diri masing-masing,” kenangnya.  

Asosiasi Internasional Pelayaran Kapal Pesiar (CLIA) menyatakan bahwa keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas dalam industri pelayaran.

CLIA juga mengimbuhkan bahwa berlayar tetap menjadi pengalaman berlibur paling aman.

Sementara itu, pihak Costa Concordia tidak memberikan pernyataan terkait peringatan 10 tahun tragedi tersebut.
 




Sumber : Associated Press


BERITA LAINNYA



Close Ads x