Kompas TV nasional berita kompas tv

Fakta Biaya Urus Jenazah Covid-19 Rp15 Juta, Bantuan Ambulans Pemerintah Tak Ada

Rabu, 15 April 2020 | 22:40 WIB
fakta-biaya-urus-jenazah-covid-19-rp15-juta-bantuan-ambulans-pemerintah-tak-ada
Ilustrasi pemakaman jenazah korban virus corona atau Covid-19 (Sumber: kompas.com) 

TANGERANG, KOMPASTV - Pihak keluarga pasien yang dibebankan biaya pemakaman sebesar Rp15 juta menyatakan kecewa dengan Pemerintah Kota Tangerang.

Daryanto, keponakan pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 yang meninggal dunia pada tanggal 7 April 2020 menjelaskan pihak keluarga terpaksa mengeluarkan biaya hingga Rp15 juta lantaran kesulitan mendapatkan mobil ambulans dari pemerintah.

Keluarga maupun pihak RS Bhakti Asih telah menghubungi 112 layanan ambulans Pemkot Tangerang, namun tidak mendapatkan konfirmasi. Hal ini jugalah yang membuat pihak keluarga kecewa dengan Pemerintahan Kota Tangerang.

Baca Juga: Foto Kwitansi Rp15 Juta untuk Urus Jenazah Covid-19 Viral, RS Kena Tegur Deh!

"Saya menunggu lama tapi belum ada jawaban. Dokter RS Bhakti Asih sudah menghubungi 112 layanan ambulans Pemkot Tangerang, tapi tidak ada konfirmasi," ujar Daryanto seperti dikutip dari Warta Kota, Rabu (15/4/2020).

"Jenazah tante saya ini sudah lama dibiarkan saja, takut sudah bau. Makanya sewa jasa ambulans lain untuk mengangkut ke tempat penguburan," sambungnya.

Terkait besaran biaya, Daryanto yang merupakan warga asal Ciledug, Kota Tangerang ini menjelaskan, sedari awal memang sudah ada kesepakatan saat pihak keluarga menyewa Tangerang Ambulans Service sebesar Rp15 juta. 

Penulis : Johannes Mangihot


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:48
PM BORIS JOHNSON: VARIAN BARU COVID-19 DARI INGGRIS BERPOTENSI LEBIH MEMATIKAN   PEMKAB SLEMAN PULANGKAN PENGUNGSI AKIBAT AKTIVITAS GUNUNG MERAPI PADA 26 JANUARI 2021   POLDA ACEH SEBUT 5 TERDUGA TERORIS MASIH JALANI PEMERIKSAAN SEBELUM DIBAWA KE MABES POLRI   DENSUS 88 SITA BUKU KAJIAN ISIS DAN DOKUMEN BERISI ANCAMAN TARGET TEROR DARI PENANGKAPAN 5 TERDUGA TERORIS DI ACEH   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO SEBUT ASN YANG TERBUKTI MENJADI TERORIS AKAN DIPECAT   POLDA METRO JAYA TARGETKAN 100 KAMERA TILANG ELEKTRONIK TERPASANG PADA 2021   KPAI MENILAI KEGIATAN BELAJAR JARAK JAUH MENCIPTAKAN KESENJANGAN ANTARMURID UNTUK DAPAT MENGAKSES PENDIDIKAN   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI LUHUT PANDJAITAN JADI KANDIDAT TUNGGAL KETUM PB PASI 2021-2025   BMKG MINTA MASYARAKAT WASPADAI POTENSI CUACA EKSTREM HINGGA FEBRUARI 2021   DRAF UU PEMILU MENGATUR LARANGAN BAGI MANTAN ANGGOTA HTI MENJADI CALON PESERTA DI PILKADA, PILEG, DAN PILPRES    DRAF UU PEMILU MENGATUR PILKADA 2022 BISA DITUNDA JIKA TERJADI BENCANA ALAM DAN NONALAM   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT WHO KEMBALI MENEGASKAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MASKER CEGAH PENULARAN COVID-19   WAKETUM PAN YANDRI SUSANTO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DAN JALANI ISOLASI MANDIRI   KETUA RISET UJI KLINIS VAKSIN MENGATAKAN 7 DARI 1.820 PESERTA UJI KLINIS POSITIF COVID-19