HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Jokowi Gelontorkan Anggaran Covid-19 Sebesar 405,1 Triliun, Ini Rinciannya!

Selasa, 31 Maret 2020 | 16:25 WIB

BOGOR, KOMPAS.TV - Hari ini (31/03/2020) di Istana Bogor, Jawa Barat, Presiden Jokowi menyampaikan telah menandatangani Perppu anggaran mengenai kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan.

Perppu ini merupakan fondasi bagi pemerintah, otoritas keuangan dan perbankan untuk melakukan langkah-langkah dalam menyelamatkan ekonomi nasional dan stabilitas sistem keuangan.

"Pemerintah memutuskan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar 405,1 triliun rupiah," kata Jokowi.

Anggaran tersebut akan dialokasikan ke beberapa bidang, di antaranya adalah 75 triliun di bidang kesehatan, 110 triliun perlindungan sosial, 70,1 insentif perpajakan stimulus dan kredit usaha rakyat, dan 150 triliun rupiah untuk pembiayan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan dunia usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Tegas! Jubir Presiden Sebut Keringanan Kredit Diutamakan untuk Pasien Positif Corona

Rincian anggaran untuk bidang kesehatan akan diprioritaskan untuk tenaga medis terutama pembelian APD, mengupgrade rumah sakit rujukan termasuk Wisma Atlet, insentif dokter, perawat dan tenaga rumah sakit, serta santunan kematian tenaga medis, serta keperluan kesehatan lainnya.

Anggaran perlindungan sosial akan diprioritaskan untuk keluarga penerima manfaat TKH, untuk kartu sembako semula 15,2 juta menjadi 20 juta penerima, kartu pra kerja dari 10 triliun menjadi 20 triliun untuk mengcover sekitar 5,6 juta orang yang terkena PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil, juga akan dipakai untuk pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450 VA dan diskon listrik 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900 VA.

Sementara untuk dukungan logistik dan sembako dan kebutuhan pokok yaitu 25 triliun.

Untuk stimulus ekonomi bagi UMKM pelaku usaha mikro dan kecil akan digratiskan Pph 21 untuk sektor industri yang berpenghasilan maksimal 200 juta.

Baca Juga: KADIN: Sektor UMKM Paling Terkena Imbas Corona

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
12:34
INGGRIS MEREVISI ANGKA KEMATIAN AKIBAT KORONA MENJADI 46.000 ORANG   JUBIR PEMERINTAH UNTUK PENANGANAN VIRUS KORONA ACHMAD YURIANTO SEBUT UPAYA PENEMUAN VAKSIN KORONA BELUM BERHASIL   KASAT LANTAS POLRES KARAWANG: KENDARAAN YANG DIMINTA PUTAR BALIK DI TOL JAKARTA-CIKAMPEK DIDOMINASI MOBIL PRIBADI   KEMENHUB PERKETAT PENGAWASAN TRANSPORTASI DARAT MENUJU JAKARTA   PEMPROV YOGYAKARTA SUSUN ATURAN PENERAPAN TATANAN NORMAL BARU   ARAB SAUDI LONGGARKAN "LOCKDOWN", MASJID NABAWI DIBUKA 31 MEI 2020   GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT PEMBUKAAN MAL DI JAKARTA HARUS MENUNGGU HASIL EVALUASI PSBB   TANGGAPI KABAR MAL BUKA 5 JUNI 2020, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: ITU IMAJINASI, ITU FIKSI   WHO: BENUA AMERIKA JADI EPISENTRUM BARU VIRUS KORONA   PEMERINTAH HONGARIA BERENCANA MENCABUT STATUS DARURAT KORONA   JERMAN PERPANJANG ATURAN "SOCIAL DISTANCING" HINGGA 29 JUNI 2020   PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE TAK IZINKAN SEKOLAH BUKA SEBELUM ADA VAKSIN KORONA   KPU PREDIKSI BIAYA PILKADA 2020 MENINGKAT JIKA DIGELAR DI MASA PANDEMI KORONA   PEMPROV DKI GODOK PROTOKOL KESEHATAN UNTUK KENORMALAN BARU DI JAKARTA