Kompas TV nasional peristiwa

Fenomena Hujan Meteor Bootid Bisa Disaksikan dengan Mata Telanjang Malam Ini!

Senin, 27 Juni 2022 | 11:57 WIB
fenomena-hujan-meteor-bootid-bisa-disaksikan-dengan-mata-telanjang-malam-ini
Ilustrasi hujan meteor bootid yang bisa disaksikan malam ini. (Sumber: SHUTTERSTOCK/SKY2020)

Penulis : Danang Suryo | Editor : Desy Afrianti

BANDUNG, KOMPAS.TV - Malam ini masyarakat bisa menyaksikan fenomena hujan meteor Bootid, Senin (27/6/2022). Hujan meteor yang telah berlangsung sejak 2 Juni 2022 lalu akan mengalami puncaknya pada hari ini.

Peneliti Pusat Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menyebut fenomena ini bisa disaksikan tanpa alat bantu alias hanya dengan mata telanjang saja.

Fenomena ini diperkirakan dapat disaksikan secara optimal karena tidak dipengaruhi oleh intervensi cahaya Bulan.

"Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang asalkan cuaca cerah, medan pandang bebas dari penghalang, dan wilayah tersebut bebas dari polusi cahaya," terang dia dikutip dari Kompas.com, Senin.

Baca Juga: Ini Penampakan Fenomena Planet Sejajar yang Berhasil Tertangkap Kamera

Puncak hujan meteor ini jelas Andi bisa disaksikan dari arah Timur Laut sekitar 30 menit setelah matahari terbenam.

Kemudian puncak hujan meteor selanjutnya terjadi di Utara pada pukul 20.30 waktu setempat, sebelum akhirnya tenggelam di Barat Laut pada pukul 02.00 keesokan hari.

"Berkulminasi di arah Utara pukul 20.30 waktu setempat dan keesokan harinya terbenam di arah Barat Laut pada pukul 02.00 waktu setempat," kata Andi.

Andi melanjutkan hujan meteor Bootid ini memiliki intensitas yang bervariasi, bisa 0-100 meteor per jam ketika berada pada zenitnya.

Baca Juga: Hari Meteorologi Sedunia ke-72: Begini Sejarah dan Tema yang Diusung Tahun Ini

Seperti dilaporkan Kompas.com, fenomena ini berasal dari sisa debu komet periodik 7P/Pons-Winnecke. 

"Disebut periodik karena sebenarnya Bumi memasuki sisa debu komet atau asteroid yang terletak di konstelasi tertentu. Sehingga tanggal-tanggal terjadinya hujan meteor selalu berada di tanggal yang relatif sama," kata Andi.


Sumber : Kompas.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x