Kompas TV nasional kriminal

Korban Penganiayaan Jadi Terdakwa, Diminta Bayar Rp20 Miliar agar Laporan Dicabut

Kamis, 2 Desember 2021 | 00:35 WIB
korban-penganiayaan-jadi-terdakwa-diminta-bayar-rp20-miliar-agar-laporan-dicabut
Ilustrasi penganiayaan. (Sumber: Tribunnews.com)

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Vyara Lestari

TANGERANG, KOMPAS.TV - Dua orang korban penganiayaan menjadi terdakwa kasus pengeroyokan pasangan suami istri (pasutri) di BSD Serpong, Tangerang berdasarkan informasi-informasi yang terungkap di persidangan.

Koban yang bernama Wisnu dan putranya, Alix menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang setelah dilaporkan pasutri berinisial L dan AO.

Pada sidang hari Rabu (1/12/2021), kuasa hukum Wisnu dan Alix menunjukkan video lengkap penganiayaan yang menimpa Wisnu dan Alix. Selain video berdurasi 14 menit, dua saksi yang meringankan ikut hadir.

Penganiayaan itu berawal pada 22 Oktober 2020 sekira pukul 15.00 WIB di Boulevard Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. 

Baca Juga: Kasus Bentrokan PP vs FBR di Ciledug: 3 Tersangka dari Pemuda Pancasila Positif Narkoba

Saat itu, perempuan berinisial L dan suaminya AO mendatangi dan menyerang Wisnu.

"L dan AO marah dan menyerang Wisnu dengan cara melempar Wisnu dengan gembok hingga mengenai badan serta mencakar tangannya," kata Arifin Umaternate, pengacara Wisnu, dikutip dari TribunJakarta.

Lemparan dan cakaran tersebut menyebabkan Wisnu mengalami memar dan luka, terutama di tangan kiri, leher, dada serta pipi kiri.

Meliana, seorang saksi mengatakan, sejak awal datang, pasangan L dan AO sudah marah-marah.

"Mereka datang dengan cara yang tidak baik, sudah marah-marah di kantor. Mereka datang sebelum Pak Wisnu datang. Karena Pak Wisnu tidak ada, mereka minta saya telepon. Lalu, Pak Wisnu datang," ujar Meliana, Rabu (1/12/2021).

Halaman Selanjutnya

Sumber : Tribunjakarta.com


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:59
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19