Kompas TV nasional wawancara

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Pemerkosaan 3 Anak, Apa Kata KPAI?

Jumat, 8 Oktober 2021 | 21:00 WIB

KOMPAS.TV - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap 3 anak di bawah umur oleh ayah kandungnya sendiri di Luwu Timur, Sulawesi Selatan tahun 2019 lalu kini kembali jadi perhatian publik.

Setelah penyelidikan kasusnya dihentikan polisi, artikel terkait kasus ini sempat viral di media sosial. Dorongan agar kasus ini kembali diusut polisi pun terus menguat.

Kasus yang diduga terjadi tahun 2019 ini menjadi sorotan, karena polisi menghentikan penyelidikan dengan alasan tidak cukup bukti. 

Namun Divisi Humas Mabes Polri menyatakan penghentian itu bukan keputusan final, penyelidikan dan penyidikan bisa dibuka kembali bila ada bukti terbaru.

Pada tahun 2019 lalu, sang ibu beserta ketiga anaknya yang diduga menjadi korban pemerkosaan sempat berjuang untuk mencari keadilan.

Baca Juga: LBH Desak Polisi Lanjutkan Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur

Pada saat itu, mereka harus menempuh perjalan sekitar 12 jam dari Luwu Timur ke Kota Makassar demi mendapat bantuan hukum.

Ia mengadukan kasus ini ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kota Makassar.

Kini tim lembaga bantuan hukum kembali kumpulkan fakta-fakta kasus dugaan pemerkosaan ini. LBH menyebut pantas dibuka kembali, karena penghentian oleh polisi dinilai sangat prematur.

Selain itu tim LBH juga telah melapor ke Komnas HAM dan Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak serta mendapatkan rekomendasi dari Komnas Perempuan agar kasus dugaan pemerkosaan ini dibuka kembali.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:35
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19