Kompas TV nasional hukum

Azis Syamsuddin Diduga Terlibat Suap, Golkar: Kami Berpedoman pada Asas Praduga Tak Bersalah

Selasa, 14 September 2021 | 19:44 WIB
azis-syamsuddin-diduga-terlibat-suap-golkar-kami-berpedoman-pada-asas-praduga-tak-bersalah
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin berjalan menghindari pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (9/6/2021). (Sumber: ANTARAFOTO/RENO ESNIR via Kompas.Com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Partai Golkar mengedepankan asas praduga tidak bersalah terkait Azis Syamsuddin yang diduga terlibat suap. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

“Kami selalu berpedoman pada asas praduga tidak bersalah, kita lihat bagaimana proses hukum berjalan. Selama belum ada keputusan-keputusan tetap, kita belum berani berandai-andai,” kata Adies.

Hingga kini, kata dia, komunikasi internal partainya dengan Azis Syamsuddin berjalan dengan baik.

“Untuk komunikasi internal dengan Pak Azis berjalan lancar, kami masih sering jumpa dan berdiskusi dengan beliau,” ujarnya.

Baca Juga: Jaksa Ungkap Azis Syamsuddin Suap Penyidik KPK Robin Pattuju untuk Tangani Perkara di Lampung Tengah

“Saya pikir kalau masalah ramai di pengadilan, masalah Robin (mantan penyidik KPK Robin Pattuju) kita tunggu saja. Kita tidak bisa berandai-andai keputusan seperti apa, asas praduga tak bersalah harus kita junjung tinggi.”

Di samping itu, lanjut Adies, hingga saat ini Azis Syamsuddin juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Karenanya, kata Adies, partai siap memberikan bantuan hukum bagi Azis Syamsuddin jika diperlukan.

Sebelumnya kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan menyebutkan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin dan rekan di partainya, Aliza Gunado, memberi suap Rp3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS (sekitar Rp513 juta) kepada penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Uang sekitar Rp3,613 miliar itu diberikan untuk mengurus kasus di Lampung Tengah.

“Bahwa untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado di KPK, terdakwa Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain telah menerima uang dengan jumlah keseluruhan sekitar Rp3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS (sekitar Rp513 juta),” kata Lie Putra Setiawan.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:59
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19