Kompas TV nasional peristiwa

9 Wilayah Ini Alami Kekeringan Ekstrem, BMKG Imbau untuk Berhemat Air

Senin, 23 Agustus 2021 | 11:52 WIB
9-wilayah-ini-alami-kekeringan-ekstrem-bmkg-imbau-untuk-berhemat-air
Salah satu embung di Kabupaten Magetan yang mengering karena kemarau panjang pada tahun 2019. (Sumber: KOMPAS.COM/SUKOCO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi,  dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai zona merah kekeringan di beberapa wilayah Indonesia.

Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, meliputi 9 daerah tidak mengalami hujan lebih dari 2 bulan. Hal tersebut sebagaimana dikuti pada halaman resmi BMKG, Senin (23/8/2021).

Kesembilan daerah yang sudah lama tidak mengalami hujan hingga berada pada kategori panjang ekstrem tersebar di 2 provinsi, yakni ada di NTB: Bima (128 hari) dan Sumbawa (100 hari).

Adapun wilayah NTT, yakni Kota Kupang (128 hari), Kupang (126 hari), Lembata (125 hari), Sumba Timur (125 hari), Belu (105 hari), Timor Tengah Selatan (81 hari), Alor (69 hari).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG, Senin 23 Agustus 2021: Jakarta Berpotensi Hujan pada Malam Hari 

Peringatan dini kekeringan meteorologis juga berlaku di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

Provinsi tersebut berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada klasifikasi siaga dan awas untuk dua hari kedepan.

Dari pantauan BMKG, wilayh-wilayah di atas berpotensi mengalami kelangkaan air hingga kebakaran hutan yang disebabkan musim kemarau.

Untuk itu BMKG meminta kepada masyarakat untuk menghemat air.

Penghematan air sebentuk jaga-jaga dalam menghadapi musim kemarau yang berisiko kekeringan, kelangkaan air hingga kebakaran hutan dan lahan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by BMKG (@infobmkg)

Penulis : Hedi Basri | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:54
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19