Kompas TV nasional update corona

Ahli Epidemiologi Sarankan Lebih Baik Perbaiki Data Kematian daripada Dihilangkan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 18:28 WIB
ahli-epidemiologi-sarankan-lebih-baik-perbaiki-data-kematian-daripada-dihilangkan
Suasana pemakaman korban Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (23/6/2021). Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta pada hari tersebut naik 3.514 kasus. Penambahan jumlah kasus tersebut menaikkan angka jumlah total kasus Covid-19 di DKI Jakarta menjadi 486.957 kasus. (Sumber: Kompas.id/Rony Ariyanto)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ahli epidemiologi dan peneliti pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyarankan agar pemerintah memperbaiki data kematian dan bukan menghilangkannya.

Hal ini menyikapi keputusan pemerintah yang menghapus data kematian dalam indikator penanganan Covid-19.

Dicky menjelaskan, data kematian menjadi ukuran vital kesehatan suatu populasi, dan dari data kematian jugalah informasi pola penyakit dapat diukur dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Angka Kematian Dihapus Pemerintah Dalam Indikator Level PPKM

Dicky mengingatkan, data kematian penting dipaparkan sebagai evaluasi dari strategi atau kebijakan yang diambil. Terlebih dalam penanganan pandemi Covid-19.

Semisal data kematian untuk melihat intervensi yang dilakukan di hulu. Kemudian data kematian sebagai ukuran derajat keparahan dari suatu wabah yang melanda.

Menurutnya, jika statistik angka kematian tidak akurat dan tepat waktu bukan berarti data tersebut dihapus dalam indikator penanganan Covid-19.

Sebab, indikator kematian begitu penting dan tidak bisa diabaikan.

Baca Juga: Pemerintah Hapus Angka Kematian dari Indikator Penanganan Covid-19, Ini Alasannya

“Respons pandemi ditujukan antara lain untuk mengurangi kematian. Karena itulah memahami berapa banyak kematian yang terjadi sangat penting, sebagai tolok ukur yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan intervensi yang dilakukan. Kapasitas pelaporan kematian yang terbatas harus diperbaiki,” ujar Dicky melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (11/8/2021).

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:45
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19