Kompas TV internasional kompas dunia

TikTok Digugat Bayar Denda Rp12,8 M karena Tak Sediakan Pernyataan Privasi dalam Bahasa Belanda

Jumat, 23 Juli 2021 | 04:05 WIB
tiktok-digugat-bayar-denda-rp12-8-m-karena-tak-sediakan-pernyataan-privasi-dalam-bahasa-belanda
Aplikasi TikTok. (Sumber: The Verge)

DEN HAAG, KOMPAS.TV – Otoritas Perlindungan Data Belanda pada Kamis (22/7/2021) mendenda TikTok sebesar 750.000 euro (atau sekitar Rp12,8 miliar) lantaran tak menyediakan pernyataan menyoal privasi dalam bahasa Belanda.

Otoritas berwenang Belanda mengklaim, banyak anak-anak pengguna aplikasi berbagi video itu tak dapat memahami informasi yang ada.  

Menurut lembaga perlindungan data Belanda itu, dengan tidak menyediakan pernyataan tentang privasi dalam bahasa Belanda, “TikTok gagal menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana aplikasi itu mengumpulkan, memproses dan menggunakan data pribadi.”

Baca Juga: Polisi Thailand Pangkatnya Diturunkan Setelah Sang Istri Pamer Naik Helikopter Kepolisian di TikTok

Otoritas Belanda menyebut, TikTok memiliki sekitar 3,5 juta pengguna di negeri kincir angin itu. Dan, hukum privasi Belanda menyatakan, “Berdasarkan prinsip, orang harus diberi gagasan jelas tentang apa yang akan dilakukan atas data pribadi mereka."

Melansir Associated Press, TikTok menyatakan keberatan atas denda tersebut.

Dalam pernyataannya, TikTok mengatakan bahwa kebijakan privasinya lebih pendek dan lebih mudah diakses bagi para pengguna muda, sudah tersedia dalam bahasa Belanda sejak Juli 2020, dan telah diterima oleh Otoritas Perlindungan Data Belanda sebagai solusi atas masalah ini.

Baca Juga: Video TikToknya Diputuskan Terlalu Vulgar, Pengadilan Mesir Hukum Perempuan Muda 3 Tahun Penjara

Lebih lanjut, TikTok menyatakan telah membuat perubahan lain untuk menjaga privasi anak-anak di bawah umur selama 18 bulan belakangan. Perubahan ini termasuk membuat akun bagi pengguna berusia 13 – 15 tahun menjadi privat secara otomatis, dan hanya mengizinkan pengiriman pesan langsung bagi para pengguna di atas 16 tahun.

Bulan lalu, kelompok konsumen Belanda Consumentenbond menggugat TikTok sebesar 1,5 miliar euro (atau sekitar Rp25,5 triliun) atas dugaan pengumpulan data pribadi para pengguna secara ilegal.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Associated Press




BERITA LAINNYA


Peristiwa

Kasus Corona Melonjak di Riau

Minggu, 1 Agustus 2021 | 00:20 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
02:23
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19