Kompas TV regional berita daerah

Pengusaha Jajanan Kremes di Cianjur Perlahan Mulai Produksi dan Kembali Bangkit

Kamis, 8 Juli 2021 | 18:02 WIB

CIANJUR, KOMPAS.TV - Camilan ini namanya kremes, sepintas terdengar seperti kremesan yang renyah, gurih, dan digemari sebagai pendamping nasi.

Bukan, kremes yang satu ini berbeda, ini merupakan camilan tradisional yang mempunyai cita rasa manis dan renyah, dengan bentuk menyerupai anyaman sarang burung.

Terbuat dari bahan dasar ubi dan gula merah, kremes menjadi makanan tradisional yang banyak ditemui di sejumlah daerah, meski dengan nama yang berbeda-beda.

Pembuat camilan kremes ini banyak ditemui di Cianjur, Jawa Barat.

Namun sejak pandemi melanda tanah air, para pembuat kremes sempat terpuruk dan menghentikan produksinya.

Namun mereka kini kembali bangkit, dan perlahan mulai berproduksi.

Seperti yang terlihat di salah satu rumah produksi kremes, milik warga Cianjur, Agus Juanda.

Ia bersama beberapa rekannya mulai sibuk membuat kremes dari awal pembuatan.

Yakni dengan memilih ubi dan menyerutnya.

Setelah berbentuk serat-serat, ubi digoreng.

Kemudian ubi dicampurkan dengan gula merah dan dicetak hingga berbentuk bulat, dan siap untuk dikemas.

Sebelum pandemi, sang pengusaha bisa memasok kremes ke pasar tradisonal di sejumlah daerah.

Meski dianggap sulit untuk kembali seperti semula, sang pengusaha meyakini perlahan kondisi akan membaik seiring dengan meningkatnya permintaan.

Meskipun hingga kini ia belum mendapat stimulus ataupun program bantuan khusus bagi pelaku usaha mikro kecil menengah, yang terdampak pandemi covid-19 dari pemerintah. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Rumah Roboh Akibat Hujan Deras

Selasa, 28 September 2021 | 10:22 WIB
Berita Daerah

4 Kabupaten/Kota di NTT Siaga Kekeringan

Selasa, 28 September 2021 | 09:43 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19