Kompas TV internasional kompas dunia

Terbukti Kanibal dan Kejahatan Perang, Swiss Hukum 20 Tahun Penjara Mantan Bos Pemberontak Liberia

Sabtu, 19 Juni 2021 | 04:00 WIB
terbukti-kanibal-dan-kejahatan-perang-swiss-hukum-20-tahun-penjara-mantan-bos-pemberontak-liberia
Kosiah menghadapi 25 dakwaan termasuk satu di mana dia dituduh memakan irisan hati seorang pria. Dia dihukum karena itu dan semua kecuali empat tuduhan lain, seperti dilansir France24, Jumat, 18 Juni 2021 (Sumber: Leslie Lumeh/New Narratives)

JENEWA, KOMPAS.TV - Seorang komandan pemberontak Liberia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara di Swiss pada hari Jumat (16/6/2021) karena terbukti melakukan pemerkosaan, pembunuhan, dan tindakan kanibalisme. dalam salah satu hukuman pertama atas perang saudara di negara Afrika Barat itu.

Seperti dilansir France24, Jum'at, kasus ini juga merupakan pengadilan kejahatan perang pertama Swiss di pengadilan sipil. Kasus tersebut melibatkan Alieu Kosiah, 46 tahun, yang disebut sebagai “bocah tukang gertak sambal” di faksi pemberontak ULIMO yang melawan pasukan mantan Presiden Charles Taylor pada 1990-an.

Kosiah menghadapi 25 dakwaan termasuk satu di mana dia dituduh memakan irisan hati seorang pria. Dia dihukum karena kanibalisme dan semua dakwaan kecuali empat dari dakwaan lainnya, seperti terlihat dalam dokumen Pengadilan Federal Swiss.

Kosiah ditangkap tahun 2014 di Swiss, tempat dia tinggal sebagai penduduk tetap. Undang-undang Swiss tahun 2011 memungkinkan penuntutan untuk kejahatan serius yang dilakukan di mana saja, di bawah prinsip yurisdiksi universal.

Seorang penggugat dalam kasus tersebut, yang bersaksi Kosiah memerintahkan pembunuhan saudaranya, mendesak warga Liberia lainnya untuk tampil sebagai saksi dan mengamankan lebih banyak pernyataan saksi.

“Kalau memberi contoh, orang lain akan takut,” katanya dalam keterangannya melalui LSM Civitas Maxima yang mewakilinya. Dia meminta untuk tidak disebutkan namanya dalam laporan media karena khawatir akan aksi pembalasan.

Liberia dianggap mengabaikan tekanan untuk menuntut kejahatan dalam perang berturut-turut antara 1989-2003, di mana ribuan tentara anak terperangkap dalam perebutan kekuasaan yang diperburuk oleh persaingan etnis.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Gading Persada





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:00
ANGGOTA KOMISI I DPR SUKAMTA MINTA PEMERINTAH HENTIKAN KERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN AFILIASI JUNTA MILITER MYANMAR   PENDAFTARAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DKI JAKARTA JENJANG PAUD DAN SD MULAI DIBUKA SENIN, 21 JUNI 2021   â€œROAD BIKE” DILARANG MELINTAS DI JALAN LAYANG NONTOL (JLNT) KAMPUNG MELAYU-TANAH ABANG MULAI MINGGU, 20 JUNI 2021   KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA TETAPKAN 21 PAROKI YANG DIPERTIMBANGKAN SEBAGAI ZONA MERAH DAN ZONA ORANYE COVID-19   KASUS COVID-19 MELONJAK, KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA MINTA PAROKI DI ZONA MERAH HENTIKAN MISA “OFFLINE” ATAU TATAP MUKA   KASUS COVID-19 MENINGKAT, RUTAN KPK KEMBALI MEMBERLAKUKAN KUNJUNGAN DARING MULAI 18 JUNI 2021   MENSOS TRI RISMAHARINI SARANKAN 11.000 PEKERJA MIGRAN ASAL SULBAR YANG DATANG DARI MALAYSIA LANGSUNG DIPULANGKAN   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN TEGASKAN SELURUH KEGIATAN DI JAKARTA HARUS TUTUP PUKUL 21.00 WIB   SIDAK MALAM KE KAWASAN KEMANG, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: KITA TEMUKAN PENGELOLA TAK BERTANGGUNG JAWAB   BARU BUKA SATU HARI, TOWER 8 WISMA ATLET PADEMANGAN TELAH MENERIMA 662 PASIEN COVID-19   PERHIMPUNAN DOKTER PARU: JIKA PPKM SKALA BESAR TAK DILAKUKAN, FASILITAS KESEHATAN BISA KOLAPS   WISMA ATLET KEMAYORAN HANYA MENERIMA PASIEN COVID-19 YANG BERGEJALA DENGAN KOMORBID ATAU PENYAKIT PENYERTA    DINKES KOTA BEKASI: PESERTA VAKSINASI MASSAL DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS   ANTISIPASI LONJAKAN COVID-19, DINKES KOTA BEKASI TAMBAH SATU AULA ISOLASI DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA