Kompas TV internasional kompas dunia

Kawanan 18 Gajah Liar Asia di India Tewas, Diduga Terkena Sambaran Petir

Jumat, 14 Mei 2021 | 14:44 WIB
kawanan-18-gajah-liar-asia-di-india-tewas-diduga-terkena-sambaran-petir
Seorang bocah desa India tengah mendoakan seekor gajah dari 18 ekor gajah liar Asia yang ditemukan mati di kawasan hutan lindung Kondali di negara bagian Assam, India, Kamis (13/5/2021). (Sumber: KK PRODUCTIONS via AP)

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Iman Firdaus

GAUHATI, KOMPAS.TV – Sambaran petir diyakini menjadi penyebab tewasnya 18 ekor kawanan  gajah liar Asia di daerah timur-laut India, demikian dinyatakan pejabat kehutanan pada Jumat (14/5/2021).

Menurut Jayanta Goswami, seorang pejabat yang menangani kehidupan satwa liat, kawanan gajah liar itu, termasuk 5 anak gajah, ditemukan tewas di tengah hujan di kawasan hutan lindung Kondali. Melansir The Associated Press, sejumlah personil penjaga hutan berhasil mencapai kawasan terpencil itu pada Kamis (13/5/2021) dan menemukan 14 ekor gajah mati di puncak bukit dan 4 ekor lainnya di dasar bukit.

Baca Juga: Perburuan Liar Turun Drastis, Populasi Gajah di Kenya Naik 2,8 Persen per Tahun dalam 3 Dekade

 Laporan awal oleh sejumlah dokter hewan menyebut, gajah-gajah tersebut mati akibat sambaran petir. Namun, Goswami menyatakan, pihak berwenang tengah melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian gajah-gajah tersebut.

Baca Juga: Cher Kawal Pemindahan Kaavan, Si Gajah Paling Kesepian Sedunia

Hutan lindung Kondali berada di Distrik Nagaon di negara bagian Assam, sekitar 150 kilometer di timur Gauhati, ibukota negara bagian.

Assam dihuni lebih dari 6.000 gajah liar Asia yang kerap keluar hutan demi mencari makan.

Baca Juga: Gajah Santa di Thailand, Sebarkan Kesadaran Covid-19 ke Anak-anak

Para ahli konservasi telah mendesak pemerintah untuk mencegah perambahan hutan oleh manusia dan mendirikan koridor bebas bagi kawanan gajah untuk berpindah dari hutan satu ke hutan lainnya dengan aman. Dalam beberapa tahun terakhir, kawanan gajah liar kerap memasuki wilayah pedesaan, menghancurkan pertanian dan bahkan membunuh manusia.



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x