Kompas TV regional berita daerah

Polisi Usut Kasus Azan Diganti Ajakan Jihad

Kamis, 3 Desember 2020 | 08:15 WIB

BANDUNG, KMPAS.TV - Polisi kini tengah mengusut kasus azan dengan ajakan jihad. Polisi mendalami motif pelaku, serta unsur pidana dalam perbuatan ini.

Tak hanya itu, keterkaitan pelaku dengan kelompok atau aliran tertentu juga masih dalam penyelidikan.

Karena itu, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tenang dan kondusif, serta tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang beredar.

Sementara Majelis Ulama Indonesia angkat bicara terkait viralnya video azan diselipkan ajakan jihad, yang dilakukan sekelompok orang. 

MUI menegaskan, tidak boleh ada penambahan seruan jihad dalam kumandang azan

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Soleh menjelaskan, azan dimaknai sebagai panggilan untuk memberitahu waktu ibadah solat. 

Menurutnya, penambahan ajakan jihad di lafaz azan tidak tepat.

#LiveStreaming #BreakingNews #Kompastv

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV. 

Media sosial Kompas TV: 
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV 
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv 
Twitter: https://twitter.com/KompasTV 
LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV 

 

Penulis : Merlion Gusti


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:47
ARMADA KAPAL INDUK ANGKATAN LAUT AMERIKA SERIKAT MEMASUKI LAUT CHINA SELATAN   TERDAMPAK PANDEMI, DISNEYLAND PARIS TUNDA PEMBUKAAN HINGGA APRIL 2021   ISRAEL BUKA KEDUTAAN PERTAMA DI UNI EMIRAT ARAB   WABUP BANTUL, DIY, ABDUL HALIM MUSLIH, POSITIF COVID-19 BERDASARKAN PEMERIKSAAN TES CEPAT ANTIGEN   SEBANYAK 20 NARAPIDANA DAN PEGAWAI LAPAS NARKOTIKA CIREBON POSITIF TERINFEKSI KORONA   BPBD LEBAK, BANTEN, INGATKAN WARGA UNTUK WASPADA BANJIR DAN LONGSOR   PETUGAS TRANSJAKARTA TANGKAP PRIA YANG MENCURI CAIRAN PEMBERSIH TANGAN   PSBB JAKARTA DIPERPANJANG, RESTORAN DAN WARUNG MAKAN BOLEH BUKA MELAYANI TAMU HINGGA PUKUL 20.00 WIB   KPK PANGGIL 6 SAKSI DALAM KASUS MERINTANGI PENYIDIKAN MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI   MK: ADA 132 PERKARA SENGKETA HASIL PILKADA 2020   BESOK, MK GELAR SIDANG SENGKETA HASIL PILKADA 2020   MENKEU SEBUT SEJUMLAH PROYEK SENILAI RP 27 TRILIUN AKAN DIDANAI MENGGUNAKAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA   MENKEU SRI MULYANI SEBUT WAKAF TUNAI DI PERBANKAN HINGGA 20 DESEMBER 2020 MENCAPAI RP 328 MILIAR   PRESIDEN JOKOWI: PEMANFAATAN WAKAF UNTUK ATASI KEMISKINAN