> >

Haedar Nashir Tegaskan Islam Berkemajuan Jadi Identitas Muhammadiyah

Agama | 1 April 2023, 03:30 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat menghadiri kegiatan nasional Pengkajian Ramadhan di Aula FKIP Universitas Muhammadiyah Prof.DR. Hamka (Uhamka), Jakarta Timur, Jumat (31/03/2023). (Sumber: Dokumentasi Muhammadiyah)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar kegiatan nasional Pengkajian Ramadan di Aula FKIP Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta Timur, Jumat (31/03/2023).

Dalam agenda ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam pidatonya mengungkapkan bahwa "Islam Berkemajuan" telah menjadi identitas Muhammadiyah.

"Islam Berkemajuan sudah menjadi identitas kita (Muhammadiyah)," kata Haedar.

Topik utama "Islam Berkemajuan" ini merupakan lanjutan dari gagasan "Risalah Berkemajuan" yang dibahas pada muktamar ke-48 di tahun lalu (2022) di Kota Solo, Jawa Tengah, termasuk juga pada muktamar ke-46 (2010) yang digelar di Yogyakarta.

Menurut Haedar, secara historis, gagasan Islam berkemajuan tersebut diambil dari kata yang paling sering diucapkan KH Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah. 

Misalnya dari statuen Muhammadiyah yang menuliskan bahwa tujuan Muhammadiyah adalah untuk memajukan Islam.

Baca Juga: Muhammadiyah Bentuk Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis, Telaah Isu Keumatan dan Kebangsaan

"Dalam sejarah tercatat bahwa Kyai Dahlan sering mengucapkan kata berkemajuan dalam bahasa Jawa. Dalam sebuah pidato iftitah yang tertulis, terdapat istilah pimpinan dan pemimpin kemajuan Islam," kata Haedar.

"Dari pidato tersebut menunjukkan bahwa Kyai Haji Ahmad Dahlan berharap orang Muhammadiyah menjadi pemimpin kemajuan Islam sebagaimana Islam yang sejatinya pernah membawa kemajuan peradaban," imbuhnya.

Haedar melanjutkan, kata berkemajuan juga terdapat dalam makalah di perpusatakaan kantor Suara Muhammadiyah (majalah) yang salah satu isinya tentang muatan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah. 

Dalam tulisan itu disebutkan bahwa salah satu ciri masyarakat Islam yang sebenarnya adalah berkemajuan.

“Kesimpulannya bahwa kata berkemajuan, kemajuan, maju, itu sudah melekat dengan kelahiran, pertumbuhan dan perkembangan Muhammadiyah. Sehingga jejak yang sahih ada pada Muhammadiyah. Muhammadiyah lahir sebagai Islam Berkemajuan,” tutur Haedar.

Melalui Pengkajian Ramadhan ini, Haedar mengajak warga persyarikatan Muhammadiyah untuk merumuskan Islam berkemajuan yang merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah (hadits). 

“Rujukan-rujukan Islam berkemajuan banyak sekali, nanti silakan dielaborasi. Tentu ayat-ayat Al-Qur’an tentang kemajuan harus menjadi dasar kita dalam pandangan Islam. Islam itu kaya sekali ayat-ayat Al-Qur’an tentang kemajuan,” ujar Haedar. 

“Tugas kita memperbaharui tidak pernah berhenti agar hal ini terus menjadi gerakan berkemajuan,” kata Haedar.

Baca Juga: Gagal Gelar Piala Dunia U20, PP Muhammadiyah ke PSSI: yang Mendesak Benahi Sepak Bola dan Timnas

 

 

Penulis : Kiki Luqman Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU