> >

Pasien Positif Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Gubernur Jatim Khofifah Ungkap Rahasianya

Berita daerah | 30 Mei 2020, 09:56 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Sumber: KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)

SURABAYA, KOMPAS TV - Seorang nenek bernama Kamtin yang kini telah berusia 100 tahun dinyatakan sembuh dari paparan virus corona atau Covid-19.

Warga Jawa Timur yang tinggal di perbatasan Surabaya-Gresik itu sembuh setelah selama kurang lebih sebulan menjalani perawatan di rumah sakit. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan nenek Kamtin merupakan pasien positif Covid-19 tertua di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. 

Baca Juga: Emil: Pemprov Jatim Persiapkan RS Darurat Corona

"Nenek Kamtin adalah pasien Covid-19 tertua di Indonesia," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/5/2020) malam.

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan rahasia nenek Kamtin bisa sembuh dari Covid-19. Caranya, dengan mengedepankan kedsiplinan dan hidup sehat.

“Dia (Kamitin) terbukti bisasembuh karena disiplin dan menjalani pola hidup sehat,” ujar Khofifah.

Khofifah pada Jumat (29/5/2020) malam dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, sengaja menghubungi Nenek Kamtin melalui panggilan video untuk mengucapkan selamat Hari Lansia. Nenek Kamtin didampingi Siti Aminah, salah satu menantunya.

Baca Juga: 2 Hari Beroperasi, RS Darurat Jawa Timur Tangani 14 Pasien

Dalam video conference, Khofifah juga menyapa Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Jawa Timur yang memberikan pelayanan bagi para lansia dari berbagai daerah seperti Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi dan lokasi-lokasi lainnya.

"Nenek Kamtin adalah bukti bahwa pasien dengan usia senja saja bisa sembuh dari Covid-19,” kata Khofifah.

“Pesan saya buat semua pasien untuk tetap bersemangat, disiplin diri, membiasakan hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan. Ini adalah vaksin paling ampuh dari virus Covid-19.”

Sebelumnya, nenek Kamtin warga Surabaya kelahiran 1920 yang tinggal di sekitar pasar Tradisional Gresik PPI Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya itu merasakan sakit demam dan batuk sejak 13 April 2020. 

Seminggu kemudian, pada 20 April 2020 nenek Kamatin masuk Rumah Sakit PHC Surabaya untuk menjalani perawatan.

Baca Juga: RS Unair Hentikan Sementara Menerima Pasien Rujukan Covid-19

Pada 21 April 2020, nenek Kamtin menjalani tes swab untuk memastikan terjangkit Covid-19 atau tidak. Seminggu kemudian atau pada 28 April2020, hasil tes swab keluar dan dinyatakan positif. 

Lalu pada 17 Mei 2020, Nenek Kamtin dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah.

Kini, 5 anggota keluarga nenek Kamtin sampai saat ini sedang diisolasi di gedung Asrama Haji Sukolilo Surabaya karena memiliki riwayat kontak dengan Nenek Kamtin.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU