> >

Terbongkar Skema Penipuan Investasi Robot Trading Wahyu Kenzo: Pakai Uang Member untuk Bayar Member

Kriminal | 16 Maret 2023, 18:06 WIB
Kapolresta Malang Kota Kombes Polisi Budi Hermanto (tengah) menunjukkan barang bukti dalam kasus investasi robot trading Auto Trade Gold (ATG) di Mapolresta Malang Kota, Jawa Timur, Kamis (16/3/2023). (Sumber: ANTARA/Vicki Febrianto)

MALANG, KOMPAS.TV - Polresta Malang Kota membeberkan skema penipuan yang dilakukan oleh Wahyu Kenzo dalam kasus investasi robot trading Auto Trade Gold (ATG).

Pihak polisi menduga puluhan ribu korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp 9 triliun.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto mengatakan, skema penipuan yang dilakukan oleh Wahyu Kenzo tersebut kurang lebih seperti skema penipuan ponzi.

Baca Juga: Istri Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Diperiksa Sebagai Saksi Terkait Investasi Bodong Robot Trading

"Lebih kurang seperti ponzi. Mereka menyampaikan bahwa uang yang didepositkan itu akan dikelola di luar negeri, namun ternyata bukan seperti itu," kata Budi di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (16/3/2023).

Budi menjelaskan, dalam skema mudah seperti mesin ATM, seseorang atau nasabah bisa menerima uang pada saat melakukan penarikan di mesin ATM tersebut. 

Namun, berbeda pada robot ATG, keuntungan hanya tertera pada layar dan tidak bisa dilakukan penarikan untuk diuangkan, sehingga keuntungan yang diyakini oleh para member hanya sebatas angka yang tertera pada layar saja.

"Misalnya, korban melakukan deposit Rp100 juta dan kemudian menjadi Rp1,5 miliar, tapi itu tidak bisa dicairkan,” ujarnya.

“Hal ini yang membuat masyarakat masih merasa bahwa robot trading ATG memberikan dampak dan hasil yang besar,” imbuhnya.

Baca Juga: Usai Mobil Mewah, Kini 2 Moge dan 3 Vespa Milik 'Crazy Rich' Wahyu Kenzo Juga Disita!

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Bayu Febrianto Prayoga menyebut, nasabah sebelum melakukan investasi pada ATG, mereka harus melakukan pembelian produk minuman nutrisi untuk mendapatkan voucher.

"Setelah membeli produk tersebut, korban mengaktivasi voucher yang diberikan robot menggunakan ATG 5.0 yang dikelola manajemen ATG," ujarnya.

Bayu menjelaskan, setelah akun tersebut aktif, uang investasi milik korban itu dijanjikan akan dikelola oleh broker dari luar negeri dan dijanjikan keuntungan yang tinggi.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU