> >

Jelang Nataru Kemen PUPR Cek Kesiapan Jalan Nasional di Sulsel dari Potensi Banjir dan Longsor

Sosial | 7 Desember 2022, 00:05 WIB
Kondisi salah satu ruas jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, yang longsor, Senin,(21/2/2022). (Sumber: ANTARA/HO)

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan jalan nasional dan jembatan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam kondisi siap digunakan dalam libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru). 

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Ditjen Bina Marga Thomas Setiabudi Aden menjelaskan 94,42 persen jalan nasional di Sulsel dalam kondisi mantap.

Jalan nasional di Sulsel sepanjang 1.739,2 KM ini meliputi Jalan Arteri Primer (JAP) sepanjang 1.220,30 KM dan Jalan Kolektor Primer (JKP) sepanjang 518,90 KM.

Sepanjang jalan tersebut terdapat 683 buah jembatan dengan panjang total mencapai 739,20 KM.

Baca Juga: Wapres Dorong Sulsel Jadi Penopang Ekonomi Indonesia Timur

"Kesiapan jalan dan jembatan selalu dijaga kondisinya untuk melayani masyarakat. Khususnya pada hari-hari istimewa yang menimbulkan pergerakan barang dan jasa lebih besar dari biasanya seperti, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru," ujar Thomas, dikutip dari pemberitaan Kemen PUPR, Selasa (6/12/2022).

Tak hanya kesiapan jalan, Kemen PUPR juga memantau sejumlah titik banjir dan longsor jelang Nataru. 

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel Reiza Setiawan mengatakan untuk mengantisipasi banjir dan longsor pihaknya telah menyiapkan alat Disaster Relief Unit (DRU) sebanyak 54 buah di 17 titik yang tersebar di 26 posko.

"Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan akibat adanya pasar, persimpangan, dan tempat wisata di 22 titik, kami akan berkoordinasi dengan pihak Satlantas POLRI setempat," ujar Reiza. 

Baca Juga: Libur Nataru Tak Harus ke Luar Negeri, Pemerintah Siapkan Paket Wisata Dalam Negeri

Titik lokasi rawan banjir terdapat di Bts Kota Palopo-Wotu KM 392+500, Bts Kabupaten Wajo/Bts Kabupaten Luwu-Bts Kota Belopa, Bts Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)-Bts. 

Kota Pinrang, Tarumpakkae-Bts Kabupaten Luwu KM 236+420, Bts Kabupaten Wajo/Bts Kabupaten Bone-Ulugalung, Bts Kota Pare Pare-Bts Kota Barru, Pompanua-Bts Kabupaten Wajo/Bts Kabupaten Bone, Bts Kabupaten Gowa-Bts Kota Takalar, Bts Kabupaten Bantaeng/Bts Kabupaten Bulukumba-Bts Kota Bulukumba. 

Sedangkan titik lokasi rawan longsor terdapat di Kayulangi (KM 550)-Bts Provinsi Sulteng, Kayulangi (KM 550)-Tarengge, Malili-Bts Provinsi Sultra, Bts Kabupaten Luwu Selatan-Bts Kota Makale, Seseng-Bts Provinsi Sulbar, Bts Kota Makale-Bts. Kabupaten Enrekang, Bts Kabupaten Tator-Enrekang, Enrekang-Bts Kabupaten Sidrap.

Mengahadapi Natal dan Tahun Baru 2023 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Ditjen Sumber Daya Air, menyiapkan dua Posko Banjir. 

Baca Juga: Video Detik-Detik Tebing Setinggi 20 Meter Longsor di Dusun Tombongi Desa Lebong Gowa

Posko pertama berada di Kota Makassar dengan menyiapkan empat unit ekskavator standar, dua unit ekskavator amphibious, satu unit ekskavator long arm, enam unit dum truck, dan dua unit truck tangki air bersih. 

Selain itu terdapat 5.200 buah bronjong ukuran 1x2x0,5 Meter, 300 buah sanbag woven ukuran 40x70 Meter, 2.160 buah geobag ukuran 1x1,3 Meter, 1.000 buah geobag ukuran 1x6 Meter, 600 buah geobox ukuran 6x1x1 meter dan 400 buah geobox ukuran 4x1x1. 

Sementara Posko Banjir kedua di Kabupaten Wajo yang menyiapkan satu unit ekskavator, satu unit dump truck, satu unit truck tangki air bersih, dan 500 buah bronjong ukuran 1x2x0,5 Meter.

 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU